JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan, potensi nilai investasi sebesar Rp2-3 triliun dalam kegiatan Investment and Business Matching yang diikuti 300 peserta dari dalam dan luar negeri.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 November.
"Targetnya, ya, sekitar Rp2-3 triliun untuk kegiatan sekarang," ujar Machmud.
Menurut Machmud, banyak investor tertarik untuk berinvestasi di sektor rumput laut (seaweed). Pasalnya, rumput laut asal RI bisa digunakan untuk non-pangan.
Adapun investor luar negeri yang tertarik untuk berinvestasi di sektor rumput laut Indonesia adalah Belanda.
"(Calon investor) paling banyak (minat) memang ke seaweed, ya. Jadi, posisinya kami memang negara terbesar dan itu bisa digunakan hilirisasi. Sebagai contoh itu buat sedotan saja, mereka akan investasi di sini karena posisinya sedotan sudah mulai tidak (pakai) plastik, tapi menggunakan seaweed," katanya.
Lalu, kata Machmud, ada juga calon investor yang berminat untuk masuk ke sektor garam. Menurut dia, target Pemerintah RI untuk swasembada garam pada 2027 mendatang menjadi pemicunya.
"Jadi, memang 2027 kami akan lakukan swasembada garam semuanya, ternyata dengan kebijakan seperti itu banyak investor datang bisa melakukan investasi di Indonesia," ucapnya.
BACA JUGA:
Untuk diketahui, KKP menyelenggarakan Acara Investment and Business Matching bertajuk "Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries di Jakarta, pada hari ini.
Melalui forum tersebut, KKP mengundang perwakilan duta besar, mitra dagang negara sahabat dan para investor, untuk dapat berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Pemerintah RI berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan kestabilan iklim politik, konektivitas dan sumber daya manusia (SDM) terampil sebagai tenaga kerja.