JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membuat sistem drainase untuk mengalirkan air dari cekungan ke sungai terdekat sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang imbas bencana tanah longsor di Cilacap, Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Selasa, 18 November.
"Kementerian PU bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera mengkaji kondisi atas lereng, termasuk usulan pembuatan sistem drainase untuk mengalirkan air dari cekungan ke sungai terdekat sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang," ujar Dody dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, 19 November.
Sebagai bentuk dukungan tanggap darurat, Kementerian PU bersama instansi terkait pun telah mengerahkan total 24 unit ekskavator, terdiri dari 15 unit milik Kementerian PU melalui BBWS dan BBPJN serta sisanya berasal dari dukungan pemerintah daerah dan instansi lain.
Menurut Dody, setelah pencarian korban selesai, yang tidak kalah penting adalah upaya mitigasi agar bencana longsor tidak kembali terjadi.
"Kami fokus hari ini adalah search and rescue untuk tujuh korban yang masih belum ditemukan. Setelah itu selesai, baru bergerak pada penanganan pascabencana agar kejadian seperti ini tidak terulang," ucapnya.
Dody menegaskan, penanganan bencana bukan hanya soal respons cepat, melainkan juga deteksi dini dan pencegahan.
Dia bilang, pihaknya akan menindaklanjuti kajian potensi longsor tidak hanya di Cilacap, tetapi juga di daerah lain yang memiliki pola kerentanan serupa, seperti Banjarnegara dan Banyumas.
"Kami bicara bukan hanya hari ini, tapi ke depan bagaimana supaya peristiwa serupa tidak terulang lagi di sini atau di tempat lain. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat lewat pencegahan lebih kuat," tegasnya.
Terkait rencana relokasi warga terdampak, Dody memastikan pihaknya siap mendukung.
Pemerintah daerah diketahui telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektare dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Geologi dan tim ITB untuk memastikan lokasi tersebut aman dari potensi tanah gerak.
BACA JUGA:
Sebelumnya, bencana tanah longsor di Cilacap terjadi pada Kamis, 13 November lalu.
Bencana tersebut merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area sekitar 6,5 hektare, dengan material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam dua meter serta retakan sepanjang 25 meter.
Hingga hari keenam pencarian, Selasa, 18 November, total korban terdampak mencapai 46 orang dengan rincian 23 selamat, 18 meninggal dunia dan lima lainnya masih dicari.