JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan prototype atau contoh model Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar, Jawa Barat.
Dalam kunjungannya ke wilayah tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo ingin memastikan dapur MBG yang dibangun Kementerian PU memiliki standar mutu tinggi, cepat, higienis, aman dan memenuhi seluruh regulasi.
"Kami berharap, dapur prototype di Banjar bisa menjadi rujukan nasional bagi dapur MBG," ujar Dody dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 19 November.
Prototype dapur MBG Banjar dibangun berukuran 20×20 meter dilengkapi berbagai fasilitas, seperti area memasak berlapis stainless steel, lantai epoxy khusus, ceiling tahan api dan kelembapan, sistem IPAL biomedia, sistem CCTV keamanan, genset mandiri 30 kVa hingga APAR dan fasilitas pendukung lainnya.
Tata alur operasional dapur telah dirancang secara terukur, mulai dari pintu masuk bahan baku, area produksi, penyimpanan bahan basah dan kering hingga area keluarnya makanan jadi.
"Alurnya sudah kami tata dengan detil. Dapur ini dirancang agar kualitas makanan yang dihasilkan benar-benar terjaga, baik dari sisi rasa, aroma maupun higienitasnya," katanya.
Adapun dapur MBG dibangun sejak Agustus 2025 di atas lahan seluas 1.002,3 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi di lahan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Desa Karangpanimbal, Purwaharja, Banjar.
Seluruh pekerjaan konstruksi telah selesai 100 persen meliputi pekerjaan struktur bangunan, arsitektur, MEP, pengadaan peralatan dapur profesional serta fasilitas pendukung dengan waktu pelaksanaan 60 hari.
BACA JUGA:
Pada kesempatan tersebut, Dody juga menyampaikan sejumlah arahan teknis tentang dapur MBG di Banjar, seperti penambahan sirkulasi udara (sistem filtrasi) dan exhaust agar ruang dapur tetap aman dari panas atau asap masakan, percepatan administrasi dan proses sertifikasi halal untuk memastikan seluruh dapur MBG.
Lalu, mengikuti ketentuan pangan nasional dan pengelolaan limbah benar, mulai dari sisa minyak goreng, bahan organik hingga limbah padat yang wajib melalui sistem pemrosesan sesuai standar.
"Tadi disampaikan dibangun dengan model modular menjadikan pembangunan lebih cepat, dengan standarisasi pada dinding, lantai hingga material tahan api yang memastikan keamanan," terangnya.
Dia juga berpesan agar keandalan listrik juga wajib dijaga tanpa boleh mati sedetik pun, karena dapur menyimpan bahan sensitif seperti daging dan produk segar pada suhu tertentu.
"Kalau listrik padam dan suhu naik, kualitas bahan langsung rusak. Karena itu dapur versi PU ini membutuhkan standar lebih tinggi," imbuhnya.