JAKARTA - KrediOne melaporkan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,4 triliun hingga kuartal III 2025.
Penyaluran ini mengalami pertumbuhan sebesar 390 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun.
“Angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan KrediOne yang inklusif dan berdampak, serta pelayanan dan perlindungan pelanggan yang terus kami jaga,” ujar CEO KrediOne Kuseryansyah dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, 17 November.
Dikatakan Kuseryansyah, perusahaan teknologi perlu berperan aktif dalam mendorong kolaborasi teknologi untuk memperkuat industri pinjaman daring Indonesia agar semakin berdampak dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan peran tersebut, lanjut dia, KrediOne hadir dalam ajang Singapore FinTech Festival (SFF) 2025, pameran dan konferensi keuangan digital terbesar dan paling berpengaruh di dunia
Event yang diselenggarakan di Singapore Expo pada 12–14 November 2025 dengan tema “Technology Blueprint for The Next Decade of Finance” ini menghadirkan berbagai inovasi teknologi terbaru, forum strategis, serta ruang kerja sama dan kolaborasi dengan ekosistem pendukung fintech global.
“Partisipasi kami di Singapore FinTech Festival merupakan bukti komitmen KrediOne untuk terus berinovasi, memperluas adopsi teknologi, serta memperkuat industri pindar Indonesia. Bagi KrediOne, kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan industri yang semakin inklusif, berdampak, dan berkelanjutan,” beber Kuseryansyah.
Menurutnya, sebagai perusahaan pindar berizin dan diawasi OJK, KrediOne memperkuat fokusnya pada penerapan teknologi artificial intelligence (AI), mulai dari analisis risiko, penyaluran pembiayaan, hingga perlindungan dan peningkatan kualitas layanan konsumen.
Dikatakan Kuseryansyah, teknologi AI menjadi fondasi strategis untuk memastikan proses yang lebih cepat, presisi, dan tetap berlandaskan pada prinsip consumer centric.
BACA JUGA:
Asal tahu saja, kegiatan ini menarik 65.000 peserta dari 134 negara dan wilayah serta menjadi ruang kolaboratif bagi KrediOne untuk menjalin kerja sama strategis dan memperluas jejaring global yang berorientasi pada masa depan.
Kuseryansyah berharap kehadiran KrediOne di Singapore FinTech Festival 2025 dapat memperkuat citra positif industri pindar Indonesia, membuka ruang kolaborasi global, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.