Bagikan:

JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengungkapkan jika jadwal operasional komersial perdana atau commercial on date (COD) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi akan dilakukan pada kuartal II tahun 2026. Jadwal ini mundur dari target awal yang ditapkan pada tahun 2025.

“Enggak, kelihatannya jadi di 2026. Di quarter ke-2, awal quarter ke-2," ujar Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Juli Oktarina, Rabu, 12 November.

Kendati dikian, Juli tidak merinci lebih jauh alasan mengapa PLTS apung berkapasitas 46 Mega Watt peak (MWp) ini mengalami kemunduran dari target semula.

“COD Tembesi diundur, lihat sajalah di lapangan. Konstruksinya juga,” sambung Juli.

Ia menambahkan, Proyek PLTS Terapung Tembesi, yang dikembangkan melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power ini akan masuk ke jaringan listrik PLN Batam.

"Fase pertama 46 MW buat masuk ke jaringan PLN Batam," kata dia.

Berdasarkan catatan VOI, pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Tembesi, Batam ini telah rampung pada Maret 2025 yang lalu.

Dalam menggarap proyek, PLN NP dan TOBA menggunakan skemaskema kepemilikan sebesar 51 persen adalah milik PLN NP dan 49 persen dimiliki PT TBS Energi.

Nantinya PLTS ini akan memiliki kapasitas 46 MWp dan dibangun di atas Waduk Tembesi yang memiliki luas lahan 864 hektar.