Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah mengebut pembangunan 100 gudang baru untuk Perum Bulog guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek strategis ini akan digarap secara bertahap dengan total dana mencapai Rp5 triliun.

Langkah tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 11 November.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi yang mewakili Menteri Keuangan, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria.

Zulhas sapaan akrabnya bilang percepatan pembangunan 100 gudang pascapanen menjadi prioritas untuk mengantisipasi lonjakan produksi padi dan jagung. Gudang-gudang itu akan dikelola oleh Perum Bulog agar proses penyerapan hasil panen petani bisa lebih cepat.

“Kita cepat respons, 100 gudang akan dibangun agar petani yang lagi semangat menanam padi dan jagung itu tidak kecewa kalau hasilnya tidak cepat diserahkan,” ujar dalam konferensi pers, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 11 November.

Mentan Menteri Perdagangan ini bilang anggaran yang disiapkan pemerintah untuk membangun 100 gudang tersebut sebesar Rp5 triliun. Namun, dia tidak menjelaskan kapan pembangunan 100 gudang itu akan diselesaikan.

“(Anggarannya) Rp5 triliun. Lagi disiapkan nanti. Nanti akan disiapkan, kita kaji bareng-bareng. Mentan, Bulog, ya. Harus tepat sasaran,” kata Zulhas.

Zulhas bilang pembangunan gudang pascapanen menjadi langkah penting mengingat produksi beras diproyeksikan terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada akhir 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton.

“Karena nanti tahun depan akan lebih banyak lagi produksi kita. Belum lahan baru kan, belum irigasi jadi, belum bibit unggul. Belum sekarang pupuk dapat diskon 20 persen. Jadi ini persiapan kemarin kurang, ini 100 baru. Belum cukup sih 100, tapi ini minimal bertahap lah,” tuturnya.