Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait munculnya Bahan Bakar Minyak (BBM) baru bernama Bobibos yang diklaim memiliki nilai oktan tinggi namun beremisi rendah.

Menurut Simon, dirinya menyambut baik kehadiran BBM yang baru ini mengingat hal ini merupakan inovasi yang positif bagi Indonesia. Ia juga meminta masyarakat agar tidak menjadikan Bobibos sebagai pesaing Pertamina.

"Jadi kemarin sempat mungkin ada yang bilang di situ "wah ini saingan Pertamina". Kalau saya sih selalu berpikir kepentingan merah putih ya," ujar Simon kepada awak media saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 10 November.

Daripada melihatnya sebagai pesaing, Simon justru membuka peluang kolaborasi antara BBM inovasi anak bangsa dengan Pertamina yang merupakan perusahaan migas pelat merah.

Dikatakan Simon, Pertamina memiliki dua fokus pertumbuhan atau dual growth yakni bisnis bahan bakar fosil (fossil fuel) dan bisnis rendah karbon (low carbon business).

"Jadi harusnya apapun itu kita cari jalan kolaborasi. Kan Pertamina juga ada dual growth: fossil fuel dan low carbon business. Nah mungkin bisa juga kolaborasi kan gitu," ujar Simon.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menekankan bahwa BBM yang layak dikonsumsi kendaraan memerlukan waktu yang lebih lama karena menjalani proses pengujian yang panjang.

"Saya tidak berani menyebut nama dan lain-lain, tapi tidak mengurangi apresiasi saya terhadap inovasi anak bangsa. Tapi seperti yang saya jelaskan, untuk menguji suatu BBM lalu menjadi bahan bakar, itu minimal 8 bulan, baru kita putuskan apakah ini layak atau tidak," ujar Laode dikutip Sabtu, 8 November.

Terkait klaim telah mengantongi sertifikat, Laode menegaskan jika Bobibos baru mengajukan usulan uji laboratorium. Hasilnya pun masih belum dapat dipublikasikan.

"Jadi gini, mereka mengusulkan uji di laboratorium kami. Tapi kan hasil ujinya kan ini masih secret agreement, maksudnya masih tertutup ya. Saya belum bisa menyampaikan tersebut," ucap Laode.