Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membantah subsektor industri tekstil dan pakaian jadi yang mengalami penurunan kinerja atau kontraksi.

Agus menuturkan, subsektor tersebut mampu tumbuh sebesar 0,93 persen hingga kuartal III-2025.

Hal tersebut disampaikan Agus dalam Acara Program Unggulan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Rabu malam, 5 November.

"Industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh. Tumbuh! Ini yang menjadi perhatian banyak pihak, pengamat, akademisi, pelaku usaha, dianggap bahwa industri tekstil dan pakaian jadi ini kontraksi. Tapi sebetulnya tumbuh, tumbuhnya 0,93 persen," ungkap Agus.

Tak hanya industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh, subsektor industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman juga mampu tumbuh lebih dari 2 persen.

"Industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman ini masih tumbuh, tapi tumbuhnya 2,19 persen," ujarnya.

Sebaliknya, kata Agus, ada lima subsektor lainnya yang mengalami penurunan kinerja alias terkontraksi saat ini meliputi, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki -0,25 persen, industri pengolahan tembakau -0,93 persen dan industri alat angkutan.

Kemudian, ada industri karet, barang dari karet dan plastik -3,20 persen, industri furnitur -4,34 persen serta industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya yang -9,60 persen.

"Saya tidak akan menutupi data ini karena, toh, data ini bapak/ibu sekalian bisa dapatkan dari BPS. Tapi, sengaja saya menyampaikan dalam forum berbahagia ini agar menjadi perhatian dari kami semua," terang Agus.

"Karena tentu kerja sama dari pelaku usaha, khususnya itu juga akan bisa membantu sektor-sektor tadi masih kontraksi, sektor-sektor yang pertumbuhannya belum sekuat dari sektor lain, itu nanti bisa rebound pada kuartal keempat," pungkasnya.