Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengungkapkan progres pembangunan Rumah Susun ASN 2 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur sudah mencapai 99,9 persen. Artinya, proses pembangunnya sudah rampung.

Adapun proyek ini terdiri dari delapan tower, masing-masing memiliki empat lantai untuk fasilitas bersama dan sepuluh lantai hunian, dengan total 480 unit yang mampu menampung sekitar 1.920 penghuni.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengatakan untuk mewujudkan hunian yang berkualitas, proyek ini mengadopsi konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) yang mendukung efisiensi energi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta kenyamanan penghuni.

Selain itu, Rusun ASN 2 juga mengintegrasikan konsep Smart Forest City sebagai bagian dari visi kota hijau yang menyatu dengan alam. Hunian ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti mushola, klinik, ruang RT/RW, PAUD, gym, playground, area parkir, dan ruang komunitas.

Setiap unit berluas 98 m2 dengan tata ruang terdiri dari satu kamar utama, dua kamar anak, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Seluruh unit telah fully furnished dan terintegrasi dengan smart home system.

Mardiansyah mengatakan penerapan teknologi Aluminium Formwork System (Aluform) turut mempercepat proses konstruksi sekaligus memastikan kualitas bangunan yang presisi dan konsisten.

“Sistem Aluform tidak hanya mempercepat waktu pengerjaan, tetapi juga menjaga konsistensi dan mutu hasil konstruksi. Teknologi ini membuktikan bahwa konstruksi modern dapat tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Oktober.

Dengan nilai proyek mencapai Rp1,63 triliun dan waktu pengerjaan selama 26 bulan, sambung Mardiansyah, saat ini progres pembangunan telah mencapai 99,9 persen dengan enam tower sudah beroperasi dan dihuni sekitar 180 kepala keluarga ASN.

Mardiansyah mengatakan dua tower lainnya dalam tahap serah terima parsial. Rusun ASN 2 menjadi wujud nyata pembangunan hunian yang berkelanjutan dan efisien.

“Proyek ini mencatat dua Rekor MURI pada tahun 2024 sebagai Pekerjaan Dinding Fasad, Kolom, dan Tangga Terintegrasi Rumah Susun Tercepat, serta Pekerjaan Antar Lantai Rumah Susun Tercepat,” katanya.

Selain itu, proyek ini juga meraih dua penghargaan dalam ajang BIM Competition, yakni Juara 1 BIM 5D Competition 2025 Smart Costs dan Penyedia Jasa Terbaik pada Kategori Kinerja Penerapan Teknologi Building Information Modelling (BIM) di bidang perumahan tahun 2024.

“Rangkaian capaian tersebut semakin memperkokoh posisi Hutama Karya sebagai pionir inovasi teknologi konstruksi berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN),” tutup Mardiansyah.