MINAHASA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) menyalurkan 112 Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sejatinya program BPBL pada tahun 2023–2024 telah dirasakan oleh 20 rumah tangga.
"Program BPBL ini tidak banyak. Kurang lebih sekitar 100 lebih saja. Itu cukup luar biasa dan tahun ini selesainya," ujar Bahlil kepada awak media di Minahasa, Rabu, 29 Oktober.
Menurut Bahlil, saat ini masih terdapat 11 Desa yang belum mendapatkan akses listrik. Apalagi, lanjut Bahlil, terdapat beberapa desa yang berbatasan langsung dengan wilayah laut Filipina.
Kendati demikian ia menargetkan tahun 2026 semua wilayah Sulawesi Utara telah dilistriki sepenuhnya.
"Dan ini sudah saya anggarkan lewat kementerian ESDM, 2026, 2025 sudah ada, 2026 kita targetkan semua untuk Sulawesi Utara secara keseluruhan di 2026 Desember sudah harus selesai," jelas Bahlil.
Sementara itu untuk seluruh Indonesia, ia memperkirakan akn rampung dilistriki pada tahun 2029 hingga 2030.
Bahlil menjelaskan, alasan masih terdapat daerah belum terlistriki adalah area yang berada di wilyah remote yang membutuhkan usaha ekstra.
"Antara satu kabupaten dengan kabupaten yang lain kan harus lewat laut, darat, dan udara. Itu pulau-pulau. Desa juga kadang-kadang pulau-pulau. Ini kan beda-beda tipis dengan di Maluku dan Papua. Nah, akses infrastrukturnya itu memang butuh effort yang luar biasa" lanjut dia.
Kendati demikian Bahlil menegaskan jika tantangan terabut tidak menjadi penghambat negara untuk hddir dan melakukan percepatan pemasangan listrik.
BACA JUGA:
"Ya, kita bersyukurlah presiden kita karena berasal dari daerah provinsi kepulauan, jadi perintahnya jelas, tegas, dan harus cepat dieksekusi," tambah dia.
Program BPBL turut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara, dengan realisasi sambungan listrik bagi 1.000 rumah tangga (RT) pada 2023, 550 rumah tangga pada 2024, dan target 2.700 rumah tangga pada 2025.
Secara nasional, realisasi program BPBL pada tahun 2024 sebesar 155.429 rumah tangga dan periode Januari sampai dengan September 2025 sebanyak 135.482 RT telah terpasang dari target 215.000 RT sampai akhir 2025.
Adapun paket program BPBL berupa Instalasi Listrik Rumah 3 titik lampu + 1 kotak kontak dan pemasangan, Pemerikasaan & Pengujian Instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO), Penyambungan ke Jaringan PLN Biaya Penyambungan (BP) Pelanggan Daya 900 VA, dan Token Perdana Rp100.000.