JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) termasuk dalam daftar tiga kementerian dengan realisasi penyerapan anggaran di bawah 50 persen alias masih rendah.
Menteri PU Dody Hanggodo merespons kondisi tersebut dengan mempercepat pelbagai kontrak dan tender proyek menjelang penutupan anggaran tahun ini.
"Tender-tender akan dipercepat semua karena memang diperintahkan kami membangun dengan cepat dan tepat. Jadi, kami sekarang berusaha tender cepat, tapi tetap fungsi kehati-hatian kami jaga. Kalau ini uang rakyat," ujar Dody usai ditemui dalam Acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis, 16 Oktober.
Berdasarkan laporan APBN KiTa Edisi Oktober 2025 yang dirilis pada Selasa, 14 Oktober, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, Kementerian PU hanya merealisasikan belanja Rp41,3 triliun atau 48,2 persen dari proyeksi Rp85,7 triliun.
Menurut Dody, salah satu penyebab realisasi anggaran itu masih rendah dikarenakan urusan politik anggaran yang memakan waktu cukup lama.
"Di awal kami cuman dikasih 29 persen, terus naik lagi, kemudian naik lagi. Jadi, politik anggarannya cukup lama. Tetapi, insyaallah kami percepat pada Desember ini bisa 94 persen lebih (penyerapan anggarannya)," kata dia.
Selain Kementerian PU, dua kementerian/badan pemerintahan lainnya juga masuk dalam daftar tiga terendah soal penyerapan anggaran.
BACA JUGA:
Mereka, yakni Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kementan membelanjakan Rp9 triliun atau 32,8 persen dari proyeksi Rp27,3 triliun.
Sementara BGN baru membelanjakan anggaran sebesar Rp19,7 triliun per 30 September 2025, setara 16,9 persen dari proyeksi Rp116,6 triliun.