JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, keberadaan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) akan meningkatkan efisiensi koordinasi pengelolaan perusahaan pelat merah.
“Pokoknya, kalau kami di Darantara ya tentunya dengan adanya BP BUMN koordinasinya akan menjadi lebih baik ke depannya,” kata Rosan kepada wartawan, Kamis, 9 Oktober.
Lebih lanjut, Rosan bilang Danantara saat ini memiliki kriteria tertentu dalam menjalankan roda bisnis BUMN yang dikelola.
“Karena banyak sekali program-program yang harus kita jalankan sesuai dengan asas yang sudah sesuai dengan kriteria yang ada di Danantara,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto melantik Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 8 Oktober.
Penunjukan Dony ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 109/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BP BUMN yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nunik Purwanti.
Adapun pelantikan Dony dilakukan seiring dengan bergantinya status Kementerian BUMN menjadi badan pengaturan.
BACA JUGA:
Perubahan status tersebut sejalan dengan telah diresmikannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dengan penugasan baru ini, Dony saat ini memiliki tiga jabatan yakni Kepala BP BUMN, sekaligus COO Danantara Indonesia dan juga CEO PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM.