BADUNG - PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Divers Clean Action (DCA) menghadirkan program Desa Energi Berdikari – Keluarga Nelayan Lestari (DEB KENALI).
Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Muhammad Baron, mengatakan, program yang diluncurkan pada tahun 2024 ini merupakan program CSR untuk menjawab tantangan masyarakat nelayan kecil dalam menghadapi keterbatasan akses terhadap energi ramah lingkungan, dampak perubahan iklim, serta tekanan ekonomi akibat tingginya biaya operasional.
"Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan teknologi energi bersih untuk menunjang aktivitas nelayan, seperti penggunaan mesin kapal berbasis listrik dan pembangunan stasiun pengisian tenaga surya, serta mendorong diversifikasi mata pencaharian berbasis ekowisata dan pengelolaan sampah," ujar Baron, Rabu, 8 Oktober.
Menurutnya, transisi energi perlu diarusutamakan hingga ke tingkat komunitas, terutama pada masyarakat nelayan yang menjadi garda depan ketahanan pangan laut.
Di Desa Kelan, lanjut dia, penggunaan mesin perahu berbasis listrik menjadi langkah nyata menuju masyarakat pesisir rendah emisi, dengan penerapan teknologi yang disesuaikan pada karakter dan dinamika perikanan skala kecil tumpuan ekonomi warga setempat.
Ia menambahkan, Program KENALI menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk berperan aktif dalam upaya menuju energi terbarukan melalui penerapan teknologi efisien dan ramah lingkungan.
Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, inisiatif ini juga memperkuat ketahanan dan resiliensi ekonomi keluarga nelayan, menjadikan mereka lebih mandiri dan adaptif terhadap perubahan sosial maupun lingkungan akibat perubahan iklim.
“Kami melihat tantangan nelayan tidak hanya soal ekonomi, tapi juga tentang keberlanjutan hidup mereka di tengah perubahan iklim dan keterbatasan energi. Melalui KENALI, kami ingin menghadirkan solusi teknologi hijau yang dapat menekan biaya sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir,” beber dia.
Baron membeberkan, program KENALI sendiri mengusung tiga pilar utama yakni Renewable Energy melalui penerapan mesin listrik untuk perahu nelayan, pembangunan solar charging station, dan penyediaan fasilitas umum berbasis energi surya.
Selanjutnya adalah Community Empowerment di mana PIS juga ikut pendampingan nelayan untuk mengembangkan diversifikasi usaha seperti wisata mangrove, fishing trip, bird watching, kuliner pesisir (blue foods), serta pengelolaan sampah berbasis komunitas.
"Terakhir Financial Literacy di mana pemberdayaan perempuan nelayan melalui literasi keuangan keluarga dan peningkatan akses finansial untuk usaha mikro," sambung dia.
BACA JUGA:
Baron menjelaskan, Desa Kelan, Kabupaten Badung, Bali, menjadi lokasi pertama pelaksanaan program ini sejak 2024. Berbagai kegiatan turunan dari tiga pilar utama telah dijalankan bersama 117 anggota masyarakat, seperti pengadaan mesin bertenaga energi terbarukan, pemasangan solar panel, pengembangan ekowisata mangrove, pelatihan ekowisata dan blue food, literasi keuangan, serta edukasi pengelolaan sampah kepada 161 rumah tangga.
Manfaat program DEB KENALI kini mulai dirasakan masyarakat. Misalnya, pengurangan emisi hingga 62 kg CO₂ dalam 2 bulan pemakaian mesin perahu listrik, peningkatan pendapatan nelayan, serta terbentuknya usaha mikro berbasis sumber daya lokal melalui kegiatan seperti ecotrip mangrove dan olahan ikan laut.
"Program ini juga memfasilitasi uji coba pengangkutan sampah terpilah bersama TPS3R, Desa Adat, dan pengepul yang kini berjalan dengan baik," tandas dia.