Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, masih ada beberapa tantangan untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol.

Salah satunya adalah masih terdapat ruas tol yang volume lalu lintasnya tak sampai 50 persen dari asumsi perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT). Kurangnya capaian volume lalu lintas itu berdampak pada pemeliharaan jalan tol.

"Izinkan kami menyampaikan, masih ada beberapa badan usaha jalan tol (BUJT) yang realisasi volume lalu lintas atau trafiknya jauh lebih rendah daripada yang kami asumsikan dalam perjanjian pengusahaan jalan tol," ujar Dody dalam Rapat Panja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 September.

Rendahnya realisasi trafik diyakini berdampak pada jumlah pendapatan yang tidak sebanding dengan biaya operasional dan maintenance sampai masa konsesinya.

"Akibatnya, pendapatan tol tidak tercapai dan BUJT mengalami kesulitan membiayai pemeliharaannya, sehingga pemenuhan SPM pun tidak bisa optimal," ucap dia.

Berdasarkan data yang dipaparkan Dody, 21 ruas tol itu terdiri Manado–Bitung (PT Jasamarga Manado Bitung); Krian–Legundi–Bunder Manyar (PT Waskita Bumi Wira); Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa (PT Jasa Marga Bali Tol); Cibitung–Cilincing (PT Cibitung Tanjung Priok Port; Sigli–Banda Aceh (PT Hutama Karya); Lubuk Linggau–Curup–Bengkulu; dan Simpang Indralaya–Muara Enim (PT Hutama Karya).

Kemudian, ada Tol Palembang–Indralaya (PT Hutama Karya); Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Pematang Siantar–Parapat (PT Hutama Karya); Enam Tol Dalam Kota (PT Jakarta Toll Road Development); Serang–Panimbang (PT Wijaya Karya Serang–Panimbang); Semarang–Demak (PT PP Semarang Demak); Yogyakarta–Solo–NYIS Kulonprogo (PT Jasamarga Jogja Solo); dan Kanci–Pejagan (PT Semesta Marga Raya).

Selanjutnya, ada Tol Pemalang–Batang (PT Pemalang Batang Toll Road); Mojokerto–Kertosono (PT Marga Harjaya Infrastruktur); Gempol–Pasuruan (PT Jasamarga Gempol Pasuruan); SS Waru–Bandara Juanda (PT Citra Margatama Surabaya); Serpong–Cinere (PT Cinere Serpong Jaya); dan Kayu Agung–Palembang (PT Waskita Sriwijaya Tol).