JAKARTA - Pasar properti perkantoran di Jakarta masih dibayangi tantangan oversupply meski telah menunjukkan tren pemulihan. Presiden Direktur Astra Property Wibowo Mujono mengatakan, kondisi tersebut sudah terlihat sejak sebelum pandemi COVID-19 dan hingga kini industri masih dalam tahap recovery.
"Teman-teman semuanya mungkin sudah sering dengar ini, ya, kami oversupply. Kalau kami lihat di sini, sebenarnya 2019 ke 2022 itu sudah ada pergerakan oversupply. Bahkan, sebelum COVID kami lihat okupansi di market itu sudah mulai menurun. COVID hanya memperburuk keadaannya dan pada saat ini untuk perkantoran, in general masih dalam tahap recovery," ujar Wibowo dalam acara Astra Media Day 2025 di Jakarta, Selasa, 23 September.
Meski begitu, Wibowo menekankan, Astra Property tetap mencatatkan kinerja solid di sektor komersial. Misalnya, Menara Astra yang membukukan tingkat okupansi sekitar 95 persen, jauh di atas rata-rata pasar perkantoran Jakarta, yakni kisaran 50 persen.
Astra Property juga tengah mengembangkan Arumaya Office dengan mengadopsi prinsip desain modern yang diharapkan bisa mereplikasi kesuksesan Menara Astra.
Selain perkantoran, Wibowo menyampaikan perkembangan di segmen residensial. Untuk hunian tapak (landed), pasar menunjukkan daya tahan dengan sales rate stabil di level sekitar 87 persen.
Namun untuk apartemen (high-rise), pasar masih stagnan akibat bertambahnya suplai, sementara penjualan tidak bergerak signifikan. Pergeseran profil konsumen juga terjadi, dari sebelumnya mayoritas investor kini beralih menjadi end-user.
Di samping itu, Astra Property kini mulai memperkuat portofolio di segmen industri, khususnya modern warehouse.
Menurut Wibowo, pasar pergudangan modern terus bertumbuh seiring naiknya permintaan dari sektor logistik, meskipun kenaikan rental rate diperkirakan tidak akan setinggi sebelumnya.
BACA JUGA:
"Kami melihat ini market yang menjanjikan, karena setiap suplai baru selalu terserap," kata dia.
Sebagai bagian dari strategi diversifikasi, Astra Property juga telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi 83,27 persen saham Mega Manunggal Property (MMP), pengelola modern warehouse terbesar di Indonesia dengan portofolio lebih dari 400.000 meter persegi.
Langkah tersebut diyakini akan memperkuat kepemimpinan pasar, memberi land bank jangka panjang serta menyediakan platform untuk ekspansi lebih lanjut.
Selain fokus pada portofolio bisnis, Astra Property menegaskan seluruh proyek yang dikembangkan berlandaskan prinsip sustainability dan safety. Seluruh properti dibangun telah mengantongi sertifikasi lingkungan, yang menjadi standar dalam pengembangan perusahaan.