Bagikan:

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk pembangunan satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) atau dapur MBG di 806 titik. Nantinya, SPPG tersebut tersebar di 38 provinsi Indonesia.

Pembangunan yang akan dilakukan oleh Kementerian PU sebanyak 264 SPPG dan BGN akan membangun 542 SPPG.

"Alhamdulillah saya mendapatkan komitmen dari Kementerian PU, bahwa di PU juga ada dana bisa digunakan mempercepat (pembangunan SPPG) itu, sehingga nanti untuk daerah-daerah terpencil saya kira akan ada dana APBN," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dalam acara Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) di kantor BGN, Jakarta, Kamis, 18 September.

Namun demikian, Dadan tidak membeberkan secara gamblang berapa kebutuhan anggaran untuk membangun 806 dapur MBG. Hanya saja, kata dia, biaya pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp2-3 miliar per unit.

Menurut Dadan, BGN masih memiliki anggaran sebesar Rp6 triliun. Dana itu akan digunakan untuk membangun 1.542 SPPG, namun pembangunan dengan anggaran tersebut belum berjalan.

Nantinya, pembangunan oleh Kementerian PU akan difokuskan di daerah terpencil, tertinggal dan terdepan (3T), sementara pembangunan SPPG di daerah aglomerasi akan mengandalkan kemitraan. BGN mencatat, sudah ada beberapa mitra yang bersedia.

"Mulai dari TNI, Polri, Kadin, Muhammadiyah, NU dan seluruh pihak memang sangat peduli dengan program ini. Dana yang dikeluarkan oleh mereka digunakan untuk pembangunan SPPG. Dan nanti ketika sudah jadi, kemudian bermitra dan diberikan insentif oleh Badan Gizi," ucapnya.

Dia menilai, saat ini jumlah SPPG di daerah aglomerasi sudah mencapai 29.000 dari target 25.000. Meski begitu, ujar Dadan, belum semua SPPG tersebut diverifikasi.

"Langkah yang kami lakukan sekarang adalah bagaimana mempercepat proses kualifikasinya. Alhamdulillah setiap hari rata-rata kami bisa verifikasi antara 100 sampai 150 SPPG, sehingga angka SPPG bertambah setiap hari," kata dia.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan, saat ini pihaknya sudah membangun tiga prototipe untuk dapur MBG. Ketiga prototipe itu dibangun oleh BUMN infrastruktur beberapa waktu lalu.

"Sebagai langkah awal, tiga unit percontohan telah dibangun di Jambi, Banjarnegara dan Kebumen. Masing-masing dengan tipe konstruksi berbeda-beda," jelasnya.