JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah, menagih hasil investigasi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan penggunaan ompreng mengandung minyak babi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Eem menegaskan, jika BGN tidak segera menangani kasus maka kepercayaan publik terhadap program prioritas pemerintah akan rusak.
“Dugaan adanya kandungan minyak babi dalam wadah makanan ini sangat meresahkan. BGN harus mengusut dari hulu ke hilir, mulai dari proses pemesanan, pihak yang memberi instruksi, hingga jaminan keamanan bahan pada ompreng. Jika terbukti, sanksi tegas harus diberikan,” ujar Neng Eem kepada wartawan, Rabu, 3 September.
Neng Eem menekankan bahwa persoalan kehalalan di Indonesia merupakan masalah sensitif yang bisa memicu kemarahan publik. Karena itu, ia meminta BGN untuk benar-benar memastikan bahwa isu ompreng mengandung minyak babi tidaklah benar.
“Klarifikasi cepat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tidak runtuh. Apalagi MBG merupakan prioritas program dari Presiden Prabowo," tegas legislator PKB itu.
BACA JUGA:
Neng Eem pun meminta mitra dapur MBG untuk diganjar sanksi tegas apabila terbukti melakukan pelanggaran terkait masalah ompreng ini. Menurutnya, BGN bisa mencoret dan mem-blacklist mitra dapur yang menggunakan ompreng mengandung minyak babi.
"Mungkin mitra dapur MBG ingin ompreng yang murah sehingga tidak terlalu memperhatikan bahan ompreng yang diimpor dari negara lain,” katanya.
“Sehingga efek jera penting diberikan karena praktik semacam ini menodai semangat mulia pemenuhan gizi anak bangsa sesuai amanah Presiden Prabowo,” pungkas Neng Eem.