Bagikan:

JAKARTA - Shell Indonesia buka suara terkait isu yang menyebutkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas kekosongan stok BBM sejak Agustus yang lalu.

President Director & Managing Director Mobility, Shell Indonesia, Ingrid Siburian dalam keterangannya mengatakan, pihaknya memang melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengka.

"Kami melakukan penyesuaian, termasuk penyesuaian jam operasional dan tim yang bertugas melayani para pelanggan," ujar Inggrid, Selasa, 16 September.

Sementara itu terkait adanya SPBU Shell yang tidak beroperasi karena ketidaktersediaan beberapa produk BBM jenis bensin di beberapa jaringan SPBU Shell, Inggrid juga mengakui pihaknya melakukan penyesuaian kegiatan operasion.

"Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap, termasuk penyesuaian jam operasional dan tim yang bertugas melayani para pelanggan," beber dia.

Kendati demikian, Inggrid memastikan SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan produk BBM yang masih tersedia dan layanan lainnya; termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.

"Shell Indonesia senantiasa berupaya untuk memastikan kelancaran pendistribusian dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan produk BBM jenis bensin dapat tersedia kembali," tandas Inggrid.