JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan Shell Indonesia akibat kekosongan BBM.
Menurut Bahlil hal ini bisa diatasi perusahaan dengan berkolaborasi bersama PT Pertamina (Persero). Bahlil juga mengaku telah melakukan rapat dengan petinggi Shell, BP-AKR dan Pertamina agar membahas kekosongan BBM.
"Sebenarnya mereka bisa melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Dan kemarin saya sudah pimpin rapatnya," jelas Bahlil, dikutip Selasa, 16 September.
Tak hanya dirinya, Bahlil mengaku Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung juga telah melakukan pertemuan dengan penyedia jasa BBM swasta bersama Pertamina.
"Tapi nanti saya akan mengecek perkembangan terakhir dari tim yang kemarin saya bentuk untuk mengatasi ini," sambung Bahlil.
Pada kesempatan yang sama Bahlil kembali membantah anggapan jika pemerintah membatasi impor BBM swasta. Pada awal tahun Bahlil menyebut telah memberikan kuota sebessar 100 persen plus 10 persen dari kuota tahun 2024.
"Jadi sangatlah tidak tepat kalau dikatakan kuota impornya tidak kita berikan," imbuh dia.
SEE ALSO:
Terkait kekurangan yang masih terjadi, Bahlil meminta Shell dan BP AKR untuk bekerja sama memasok BBM dari Pertamina sebagai perusahaan migas pelat merah.
Bahlil beralasan, segala sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak sebaiknya dikontrol oleh negara agar semuanya berjalan dengan baik.
"Kalau masih ada kekurangan, kita minta untuk melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Kenapa? Karena ini terkait dengan hajat hidup orang banyak," tandas Bahlil.