Bagikan:

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengusulkan agar pemerintah menargetkan pendapatan nasional bruto atau Gross National Income (GNI) sebesar 5.520 dolar AS per kapita dalam APBN 2026.

Usulan ini disampaikan dalam rapat panitia kerja (panja) antara Banggar DPR dan pejabat eselon I Kementerian Keuangan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 27 Agustus.

Anggota Banggar DPR Dolfie Othniel Frederic Palit menjelaskan, target GNI per kapita tersebut ditujukan untuk mengukur kualitas pertumbuhan ekonomi nasional

"Kita ingin pertumbuhan ekonomi berkualitas, makanya kita masukan target pemerintah soal GNI per kapita, kita masukan itu sebagai salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. (Angkanya) 5.520 dolar AS per kapita," ujarnya usai rapat kepada awak media, Rabu, 27 Agustus.

Sebagai perbandingan, data Bank Dunia mencatat GNI Indonesia pada 2024 sebesar 4.910 dolar AS per kapita. Bila dikonversi menggunakan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) 2021, dengan nilai tukar 1 dolar AS setara Rp6.071, maka angka itu mencerminkan pendapatan rata-rata sebesar Rp29,8 juta per orang per tahun. Sementara target GNI 5.520 dolar AS setara dengan pendapatan Rp33,5 juta per kapita per tahun.

Dolfie juga menegaskan bahwa rapat panja tidak mengubah asumsi dasar makro yang sebelumnya telah disepakati dalam rapat Komisi XI DPR bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Ketua DK OJK Mahendra Siregar pada Jumat, 22 Agustus lalu.

"Asumsi makro enggak ada (berubah), sama semua," jelasnya.

Senada dengan itu, Direktur Penyusunan APBN Ditjen Anggaran Kemenkeu Rofyanto Kurniawan menyatakan bahwa penyusunan APBN 2026 tetap mengacu pada kesepakatan yang telah dibuat di Komisi XI.

Menurutnya, jika ada penyesuaian atau penambahan anggaran, tetap akan berdasarkan asumsi dasar tersebut.

"Mustinya kita pakai indikator apa yang sudah dibahas dengan Komisi XI," ujarnya.

Asumsi Dasar Makro RAPBN 2026:

1. Pertumbuhan ekonomi : 5,4 persen (yoy)

2. Inflasi : 2,5 persen (yoy)

3. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun : 6,9 persen

4. Nilai tukar Rupiah : Rp16.500 per dolar AS

5. Harga minyak mentah atau ICP : 70 dolar AS per barel

6. Lifting minyak : 610 (ribu barel per hari/rbph) 7. Lifting gas bumi : 984 (ribu barel setara minyak bumi per hari/rbsmph)

Target Pembangunan RAPBN 2026:

1. Tingkat pengangguran terbuka : 4,44 persen - 4,96 persen

2. Rasio gini : 0,377 - 0,380

3. Tingkat kemiskinan ekstrem : 0 persen - 0,05 persen

4. Tingkat kemiskinan : 6,5 persen - 7,5 persen

5. Indeks Modal Manusia : 0,57

6. Indeks Kesejahteraan Petani : 0,7731

7. Proporsi penciptaan lapangan kerja formal : 37,95 persen

8. GNI per capita : 5.520 dolar AS