PANGKALPINANG - PT Timah Tbk (TINS) mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elemet (REE) yang merupakan mineral ikutan dalam timah.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengatakan dirinya bersama jajaran direksi TINS mendapat undangan untuk menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di kedimannya di Hambalang, Selasa 19 Agustus yang lalu.
"Alhamdulillah hari Selasa lalu saya menemani Pak Dirut, dipanggil Pak Presiden di Hambalang setelah ratas dengan beberapa menteri khususnya terkait dengan membahas dengan energi dan pertambangan. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana ke depannya Indonesia ini fokus untuk pengolahan REE," ujarnya, yang dikutip Senin, 25 Agustus.
Dikatakan Suhendra, PT Timah diarahkan untuk mengembangkan monast yang terkandung dalam timah. MIneral ini nantinya bermanfaat untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
"Dan itu sumbernya di timah. Monasit. Jadi, basis daripada REE itu, kan, monasit," sambung dia.
Untuk mengembangkan LTJ, Suhendra memastikan PT Timah membuka peluang kerja sama baik dengan pihak swasta dan ahli yang mumpuni di bidangnya, termasuk dari sisi teknologi.
Ia menambahkan, sejatinya proyek LTJ sudah dikembangkan sejak lama hingga memasuki tahap pilot project yang dilakukan di Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari sisi pasokan, Suhendra mengaku PT Timah memiliki pasokan yang cukup hingga 50 kg per hari untuk produksi, namun perusahaan justru tersandung pada kualitas kandungan senyawa yang belum memenuhi syarat yang dibutuhkan.
BACA JUGA:
"Ada persyaratan kalau tidak salah itu di 50 ppm terhadap kandungan dari fosfat itu, sementara yang dilakukan oleh PT Timah masih di atas itu, jadi tidak memenuhi syarat," jelas dia.
Sementara itu terkait deposit monasit, Hendra mengaku tidak khawatir. Pasalnya, selama penambangan timah masih berlangsung, pasokan monasit masih bisa didapatkan perusahaan.
"Selagi ada orang masih menambang timah, itu masih ada, kecuali tidak ada lagi menambang timah. Jadi, bagi saya no issue," tandas dia.