PANGKALPINANG - PT Timah Tbk (TINS) mengungkapkan jika perusahaan memiliki rencana untuk mengembangkan proyek logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE). Asal tahu saja, terdapat beberapa jenis logam tanah jarang yang menjadi mineral ikutan dari komoditas timah antara lain monasit, xenotim dan zircon.
Direktur Pengembangan Usaha Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengatakan, ke depannya perusahaan memang memiliki orientasi di masa depan untuk mengembangkan harta karun yang bisa digunakan untuk pembangkit nuklir ini.
"Jadi, saat ini timah itu memang fokus kepada penambangan timah. Tapi sebenarnya mineral ikutannya belum di-optimize untuk di produksi. Nah, saya dari sisi pengembangan usaha akan masuk ke wilayah itu," ujar Suhendra kepada awak media yang dikutip Senin,25 Agustus.
Gayung bersambut, Suhendra mengatakan rencana ini mencapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto. Pekan lalu, lanjut dia, jajaran direksi perusahaan dipanggil ke kediaman Prabowo di Hambalang untuk membahas pengembangan proyek logam tanah jarang.
"Ke depannya, Indonesia ini fokus untuk pengolahan REE dan itu sumbernya ada di timah. Monazite, jadi basis daripada REE itu kan monazite," sambung dia.
Lebih lanjut Hendra menyebut, riset terkait pengembangan LTJ ini sudah dilakukan sejak 2010 namun menghadapi kenda dari sisi kualitas LTJ yang dihasilkan.
BACA JUGA:
Ia menjelaskan, perusahaan tidak mengkhawatirkan kuantitas pasokan, melainkan kualitas mineral ikutan. Berdasarkan aturan, mineral fosfat yang terkandung belum memenuhi syarat untuk dikembangkan.
"Ada persyaratan kalau tidak salah itu di 50 ppm terhadap kandungan dari fosfat itu, sementara yang dilakukan oleh PT Timah masih di atas itu, jadi tidak memenuhi syarat," jelas dia.
Padahal, lanjut dia, proyek pengembangan ini telah dilakukan di Pulau Ular, Bangka, namun hingga kini bum berjalan karena kendala spesifikasi kandungan dalam mineral ikutan tersebut.
"Ada beberapa yang persyaratan yang belum terpenuhi dan itu harus dilakukan lagi untuk bagaimana secara persyaratan ataupun spek itu terpenuhi," tandas Suhendra.