Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pasar modal Indonesia semakin inklusif, kuat, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi digital, serta terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Semoga kedepan pasar modal kita semakin inklusif, kuat, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi digital, serta terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dirgahayu pasar modal Indonesia ke-48," ujarnya dalam rangka peringatan 48 tahun diaktifkannya kembali pasar modal di Tanah Air, Senin, 11 Agustus.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pelaku pasar modal, khususnya kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), atas komitmen dan inovasi dalam menjaga integritas pasar serta membangun kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional.

Menurutnya, peringatan ulang tahun ke-48 kepada pasar modal Indonesia, bukan sekadar merayakan usia, melainkan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang dalam mentransformasi pasar modal Indonesia dari sistem yang awalnya konvensional, kini menjadi semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menekankan peran strategis pasar modal Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Rosan, selama hampir lima dekade terakhir, pasar modal telah menjadi salah satu pilar utama dalam menopang pembangunan ekonomi Indonesia.

Dia menambahkan, pasar modal memberikan akses pembiayaan yang luas, mendorong terciptanya inovasi, serta meningkatkan kepercayaan investor baik domestik maupun internasional.

Menurutnya, peringatan 48 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia pada tahun 2025 dengan mengusung tema "Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama" turut merefleksikan semangat dalam membangun sistem keuangan yang tangguh, inklusif, dan berpihak pada kepentingan nasional.

"Danantara Indonesia percaya bahwa ekosistem pasar modal yang kuat dan inklusif adalah kunci menuju ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat serta kemajuan bangsa.