JAKARTA - Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menyebut, permintaan terhadap besi dan baja di dalam negeri turun signifikan pada tahun ini.
Direktur Eksekutif IISIA Harry Warganegara mengatakan, hal tersebut dikarenakan menurunnya anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Seperti diketahui, besi dan baja menjadi salah satu bahan utama dalam konstruksi.
Harry bilang, untuk tahun ini, pemerintah hanya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur sebesar 3 persen dari total APBN yang ada.
"Sebenarnya (permintaan besi dan baja) dalam negeri itu (turun) karena infrastrukturnya, kan, lagi turun. Jadi, kalau besi baja itu, kan, (digunakan untuk) konstruksi terus migas. APBN kita, kan, untuk konstruksi turun (jadi) 3 persen dari 30 persen tahun lalu," ujar Harry menjawab pertanyaan VOI usai acara Media Luncheon bertajuk "Dekarbonisasi Industri dan Tantangan Buruh dalam Adaptasi Dunia Kerja" di Jakarta, Selasa, 22 Juli
Menurut Harry, fokus pemerintah saat ini bukan terhadap pembangunan infrastruktur, melainkan ke Program Makan Bergizi Gratis alias MBG.
"Semua (anggaran) lari ke (program) Makan Bergizi Gratis," ucap dia.
Di samping itu, Harry tak menampik penurunan permintaan besi dan baja di dalam negeri juga dikarenakan adanya efisiensi anggaran oleh pemerintah.
"Jadi, otomatis memang belanja dalam negeri, kan, penting. Konstruksi itu penting. Okelah. Perumahan gimana? Bangunan gimana? Jembatan gimana? Jalan gimana? IKN gimana?" terang dia.
BACA JUGA:
Menurut dia, Program 3 Juta Rumah besutan Presiden Prabowo Subianto juga belum memberikan dampak terhadap permintaan besi dan baja di dalam negeri. Pasalnya, Harry menilai, implementasi dari program tersebut belum terlihat.
"Ya sekarang, kan, implementasinya kapan? Ya, kan? boleh saja gitu, loh. Jadi, slowing down nih, teman-teman slowing down," jelas Harry.
"Nah, sekarang teman-teman lari ke ekspor. Ada yang bisa ekspor, ya, eskpor. Nah, ekspornya buka pasar yang non-tradisional ke Middle East (Timur Tengah) dan Afrika," pungkasnya.