Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan, kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang mencakup impor produk pertanian senilai 4,5 miliar dolar AS, tidak akan mengganggu program ketahanan pangan nasional.

Dirinya juga tidak merasa khawatir dengan kesepakatan impor tersebut, asalkan selama impor dilakukan secara selektif dan berdasarkan kebutuhan nyata.

"Saya kira tidak masalah. Contohnya jagung, kalau kita cukup, ya tidak impor. Ada rekomendasi dari pertanian. Jadi ini posisi yang sangat baik," katanya kepada wartawan saat menghadiri acara Kagama di Kantor RRI, Jakarta, Kamis, 17 Juli.

Menurutnya, komoditas utama dalam kesepakatan tersebut adalah gandum yang selama ini memang tidak diproduksi secara komersial di dalam negeri dan sudah menjadi bahan baku utama industri pangan nasional sejak lama.

"Jadi, gandum, itu yang paling besar (impor dari AS sesuai kesepakatan dagang antara RI-AS). Tetapi, kita bersyukur, karena tarif dari 34 (persen) menjadi 19 (persen)," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan, tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS.

Sementara ekspor dari Amerika Serikat ke Indonesia tidak akan dikenakan pajak. Keputusan ini berdasarkan hasil negosiasi langsung yang dilakukannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Indonesia akan membayar tarif 19 persen kepada Amerika Serikat untuk semua barang impor dari mereka ke negara kita,” ucap Trump terkait kesepakatan yang dicapai dengan RI dalam hal tarif impor, seperti dipantau dari media sosial Truth Social di Jakarta, Rabu 16 Juli 2025.

Nilai baru tersebut menunjukkan telah tercapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor AS untuk produk Indonesia dari angka 32 persen yang diumumkan pertama kali oleh Trump pada April lalu.

Selain itu, sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Trump mengatakan Indonesia juga berkomitmen untuk berinvestasi terhadap sejumlah produk Amerika.

"Indonesia telah berkomitmen untuk membeli 15 miliar dolar AS dalam energi AS, 4,5 miliar dolar AS dalam produk Pertanian Amerika, dan 50 Jet Boeing, banyak di antaranya adalah 777," katanya.