JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah Indonesia juga membuka peluang untuk mengimpor susu dari Amerika Serikat (AS). Saat ini, impor akan difokuskan untuk komoditas gandum dan kedelai.
“Susu juga bisa. Kita lihat aja nanti. Tetapi (yang sudah pasti) kedelai dengan gandum,” katanya ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat, 25 Juli.
Meski terbuka dengan kerja sama perdagangan internasional, Amran menegaskan impor hanya akan dilakukan jika pasokan di dalam negeri tidak mencukupi.
Pemerintah, sambung Amran, akan menyeimbangkan keterbukaan pasar global dengan produksi dalam negeri.
Tujuannya untuk melindungi petani lokal.
“Jadi pemerintah sangat baik. Jadi gini, apapun yang kita impor, pasti menjaga pertanian. Kan harus ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Sekadar informasi, nilai impor pertanian dari AS yang telah disepakati sebesar 4,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp73,47 triliun (asumsi kurs Rp16.314 per dolar AS).
BACA JUGA:
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto bilang Indonesia selama ini sudah melakukan impor bahan pangan dari AS atas komoditas yang tidak diproduksi di dalam negeri seperti kedelai, gandum, dan kapas.
“Komoditas tersebut digunakan untuk kebutuhan produksi pangan (Mamin) dalam rangka menjaga inflasi (volatile food),” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Kamis, 24 Juli.
Airlangga mengatakan, penerapan perizinan impor dan neraca komoditas lebih ditujukan untuk mengatur mekanisme suplai dan demand.
“Sehingga pelaksanaan impor pangan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan nasional,” jelasnya.