Bagikan:

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar pameran temporer dengan tema “Bentengan (Bermain dan telusuri Uang Lewat Cerita Anak) di Museum Bank Indonesia (MuBI) yang akan berlangsung mulai 15 Juli hingga 14 September 2025.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai perjalanan uang dalam transaksi yang dilakukan anak-anak dari masa ke masa yang direpresentasikan lewat permainan anak.

Melalui pameran ini, ia berharap dapat menghidupkan kembali semangat bermain bersama di lingkungan sekitar, sekaligus mengenalkan literasi keuangan secara menyenangkan di tengah maraknya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak-anak.

“Kenapa (memilih tema) anak-anak, karena lebih dari 51 persen sampai 60 persen pengunjung museum ini adalah anak-anak,” ujarnya kepada awak media, Senin, 14 Juli.

Ia menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya menampilkan evolusi permainan anak, tetapi juga bagaimana sistem pembayaran ikut berubah seiring waktu.

“Jadi kalau teman-teman semuanya lihat sini, saksikan bagaimana di setiap mainan itu ada uang sebelahnya. Itu uang yang berlaku pada saat permainan itu berada. Tadi ada Rp100 bergambar badak, ada uang Rp500 orang utan,” tambahnya.

Untuk diketahui, pameran bentengan akan menampilkan beberapa koleksi numismatic dan numismatic yang dikemas dengan kerangka cerita “Bermain dan Telusuri Uang Lewat Cerita Anak”.

Pameran ini disusun dalam empat zona utama yang menggambarkan perjalanan permainan anak-anak di Indonesia dalam lintasan waktu, dikaitkan dengan perkembangan uang sebagai alat transaksi.

1. Zona digital (2000-sekarang)

Era ini menampilkan bagaimana anak-anak saat ini mulai kehilangan ruang gerak untuk bermain bersama-sama secara fisik dan lebih menyukai permainan yang bersifat individual.

Hadirnya teknologi internet yang memudahkan mereka untuk bermain di mana saja dan kapan saja serta bersama siapa saja tanpa batasan ruang dan waktu. Hal ini membuat konsumsi akan permainan di gawai melonjak dan menghilangkan filosofi-filosofi yang menjadi tujuan awal dari permainan anak-anak di era sebelumnya

Kemudahan transaksi melalui penggunaan uang elektronik telah meningkatkan volume permainan melalui pembelian fitur-fitur permainan. Koleksi akan menampilkan uang-uang terbaru (2000 - sekarang) yang merupakan alat transaksi anak-anak pada saat ini dan berbagai opsi transaksi nontunai seperti QRIS, e-wallet, dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

2. Zona Analog (1979-1990an)

Era ini menampilkan bagaimana anak-anak masih memiliki banyak ruang gerak untuk bermain bersama-sama secara fisik di area tertentu. Namun pada saat yang bersamaan, teknologi juga mulai hadir dalam permainan anak-anak.

Pada masa ini, anak-anak banyak menggunakan uang tunai untuk membeli mainan dan ada produk tabungan yang dikeluarkan oleh pemerintah bernama Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional). Koleksi akan menampilkan uang-uang tahun 1970-1990-an yang bergambar anak-anak dan digunakan sebagai alat transaksi dalam membeli permainan pada masa itu.

3. Zona Tradisional (1945-1969)

Era ini menampilkan bagaimana anak-anak melakukan banyak aktivitas permainan secara bersama-sama di ruangan terbuka. Mereka mencari dan membuat mainannya sendiri dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Permainan anak-anak juga biasa dilakukan di pendopo atau lapangan yang juga biasa digunakan sebagai sanggar tari dan kegiatan lainnya. Banyak dari permainan yang dilakukan saat itu memiliki filosofi tersendiri yang mengajarkan pesan-pesan moral positif kepada anak-anak. Koleksi akan menampilkan uang-uang dari tahun 1945-1969 dan koleksi perangko yang digunakan dalam berkomunikasi pada era itu.

4. Zona Koda

Zona ini akan menjadi kesimpulan akhir dari pameran yang menampilkan koleksi numismatik Bank Indonesia yang merepresentasikan anak-anak, seperti seri uang untuk The Children of The World edisi tahun 1999 dan Uang Rupiah Khusus Rp75.000 edisi 75 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut menunjukkan bagaimana Bl telah lama memperhatikan anak-anak dalam uang pada kebijakannya. Zona ini juga menjadi zona kesimpulan yang mengingatkan keberadaan anak-anak dan orang tua untuk kembali bermain di lingkungan sekitar bersama-sama dan mengurangi penggunaan gawai untuk mencegah dampak negatif dari internet.