JAKARTA - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan, pihaknya kekurangan auditor halal berkemampuan bahasa Inggris. Diketahui, auditor itu bertugas mengecek standar kehalalan produk pangan dari luar negeri untuk masuk ke Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Haikal dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juli.
"Jumlah auditor itu masih sangat minim, apalagi auditor berkemampuan bahasa Inggris baik," ujar Haikal.
Haikal mengaku sering mendapat komplain dari luar negeri lantaran auditor halal tak kunjung datang. Dia sering menyampaikan, auditor halal tersebut tengah menangani audit lain.
"Kami sering mendapat komplain dari luar negeri 'kok nggak datang-datang auditornya' karena auditor berkemampuan bahasa inggris itu minim. Sehingga sabar, tunggu, sabar, tunggu, begitu," katanya.
BACA JUGA:
Menurut Haikal, kurangnya auditor halal berkemampuan bahasa Inggris itu menyebabkan terhambatnya impor daging dari Australia. Padahal, saat ini kebutuhan daging di dalam negeri mencapai 650.000 ton per tahun.
"Di Australia kemarin baru kami kunjungi itu, ada yang menunggu sampai setahun karena auditor halalnya belum tersedia, masih ada tugas lain," tutur Haikal.
"Ini jadi menghambat 650.000 ton daging yang kami butuhkan dalam setahun. Sampai dengan saat ini, baru tersedia 120.000 ton dari Australia itu sendiri," pungkasnya.