JAKARTA - Perdagangan saham pekan ini, hanya akan selama tiga hari yakni pada 26-28 Mei 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak fluktuatif.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menjelaskan, secara teknikal IHSG saat ini sudah bergerak di atas level 7.000 yang menandakan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Meskipun begitu investor juga harus tetap waspada, karena ada resistance penting di level 7.400.
“Level 7.400 sebelumnya menjadi area yang diuji berkali-kali, sebelum akhirnya IHSG mencetak all time high di level 7.800 pada September 2024 lalu," tulis David dalam risetnya.
Menurut David, di pekan yang hanya akan berlangsung selama 3 hari perdagangan 26-28 Mei 2025 karena ada libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus, traders disarankan untuk mencermati dua katalis kunci pada pekan ini yakni rebalancing Index MSCI dan aliran dana asing.
David menegaskan, rebalancing Indeks MSCI yang dijadwalkan pada akhir Mei 2025 dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. Investor asing diperkirakan akan menyesuaikan portofolio mereka sesuai dengan perubahan bobot dalam indeks tersebut.
BACA JUGA:
“Selama pekan lalu, investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp2 triliun di pasar reguler, dengan saham-saham seperti BBRI, ANTM, BMRI, GOTO, dan BBCA menjadi favorit. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek pasar saham Indonesia,” jelas David.
Adapun David merekomendasikan tiga saham untuk pekan ini, yakni MDKA, BBR, dan NCKL.