JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa saat ini gejolak global sangat tinggi dan dinamis, serta tantangan struktural yang dihadapi.
Meski demikian, ia menyampaikan Pemerintah tetap harus fokus untuk terus menciptakan kemajuan yang konsisten sehingga kebijakan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan ekonomi dalam rangka menuju Indonesia Tangguh, Mandiri, dan Sejahtera.
“Kebijakan fiskal 2026 digunakan secara efektif dan selektif untuk meredam berbagai gejolak serta guncangan, namun dengan tetap terus mendukung agenda pembangunan jangka menengah,” ujarnya dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Selasa, 20 Mei.
Sri Mulyani menyampaikan strategi fiskal akan difokuskan terhadap penguatan daya tahan ekonomi, sekaligus, menjaga keberlanjutan APBN.
Sri Mulyani menjelaskan dalam menjaga keberlanjutan APBN seperti stabilisasi ekonomi dengan meningkatkan diplomasi terkait perdagangan dan investasi melalui negosiasi, deregulasi, serta perluasan pasar ekspor.
“Termasuk sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan domestik untuk memperkuat pertumbuhan dan menjaga stabilitas dilakukan secara konsisten dan kredibel,” ujarnya.
Sri Mulyani menyampaikan arah strategi kebijakan fiskal 2026 juga diarahkan untuk melindungi dunia usaha dan daya beli melalui pemberian insentif fiskal dan berbagai program perlindungan sosial untuk menjaga dua hal ini.
BACA JUGA:
Adapun strategi lainnya, Sri Mulyani menjelaskan yaitu menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan dengan terus meningkatkan penerimaan negara baik dari perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak.
Ia menambahkan Pemerintah juga akan menjaga defisit dan utang secara prudent, meningkatkan efisiensi dan kualitas belanja, serta menjaga fiscal buffer dan fleksibilitas fiskal.
“Di samping itu, peningkatan pengelolaan aset dan kekayaan negara termasuk BUMN terus dilakukan,” katanya.