JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah seiring adanya aksi profit taking, pada perdagangan hari ini, Jumat, 9 Mei, setelah kemarin ditutup turun 98,47 poin atau 1,42 persen ke 6.827,75.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengatakan kondisi secara teknikal yang sudah overbought serta data cadangan devisa yang turun memicu terjadinya profit taking setelah IHSG mengalami reli sekitar sebulan terakhir.
"Sehingga, IHSG berpotensi menguji support 6.770 pada perdagangan Jumat," jelas Phintraco Sekuritas.
Dari domestik, data cadangan devisa Indonesia pada April 2025 turun dari 157,1 miliar dolar AS menjadi 152,5 miliar dolar AS merupakan level terendah sejak November. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Meskipun demikian, cadangan devisa ini setara dengan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah jauh di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor.
BACA JUGA:
Selain itu, pasar mengantisipasi penurunan suku bunga oleh Bank of England (BoE) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen pada Kamis, di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi akibat tarif. Inggris dilaporkan juga akan menjadi negara pertama yang menandatangani kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).