JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terbebas dari kasus keracunan.
Hal tersebut dia ungkapkan usai mengikuti rapat dengan BGN dan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 3 Mei.
"Insyaallah, mudah-mudahan, semua tadi para pejabat dan pegawai Badan Gizi pada semangat, tambah patriotik sehingga kita bisa bekerja lebih semangat dan juga bekerja lebih cepat, lebih cermat. Target kita zero accident, tidak ada kejadian keracunan di lapangan," katanya dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Menurut Dadan, terkait kasus keracunan yang terjadi pada siswa usai menyantap menu MBG, seluruh tim BGN serta petugas di lapangan berkomitman untuk lebih berhati-hati.
Hal ini dikarenakan program MBG sangat riskan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dia juga menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan penerima manfaat menjadi prioritas utama.
Sementara itu, hingga saat ini, program Makan Bergizi Gratis telah mencapai 3,3 juta penerima manfaat.
Pada Agustus nanti, ditargetkan akan menyasar 6 juta orang yang menerima manfaat.
Soal rencana dan target yang ingin dicapai, BGN berupaya agar hingga pertengahan bulan Mei ini, program MBG tersebut dapat menjangkau lebih dari 4 juta penerima manfaat.
“Sejauh ini sesuai dengan target, karena sebetulnya target kami kan dulu sampai April itu kita melayani 3 juta. Nah itu Alhamdulillah sudah tercapai, nanti dari bulan Mei sampai Agustus kita akan melayani 6 juta. Dan kita sedang mengejar itu, sehingga nanti kami berharap di akhir Mei atau awal Juni penerima manfaat sudah mencapai 6 juta,” pungkas Dadan.
BACA JUGA:
Kasus keracunan diduga akibat konsumsi menu MBG baru-baru ini terjadi. Sejumlah siswa sekolah di Jawa Barat mengalami hal tersebut.
Terbaru, terjadi di Bandung dan Tasikmalaya, yang korbannya mencapai ratusan pelajar.
Tak hanya di Pulau Jawa, kejadian serupa juga terjadi di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Bombana.
Tim BGN pun langsung bergerak cepat melakukan uji di laboratorium setempat, serta bertanggung jawab memberikan perawatan medis kepada siswa yang alami keracunan. Selain itu, pengolah makanan bagian dapur yang tergabung di SPPG juga mendapat pelatihan tambahan.