JAKARTA - Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menyampaikan pergerakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 22 April.
Ariston mengungkapkan pada pagi ini nilai tukar regional bergerak melemah terhadap dolar AS.
Menurutnya, konsolidasi tampaknya kembali terjadi lantaran pasar masih menunjukkan kekhawatiran terhadap masa depan ekonomi global, terutama akibat kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Trump, meskipun Trump telah melakukan relaksasi dan membuka ruang untuk negosiasi.
"Jadi rupiah berpotensi melemah lagi hari ini terhadap dolar AS," ujarnya dalam keterangannya, Selasa, 22 April.
BACA JUGA:
Ia menyampaikan pergerakan rupiah pada Selasa, 22 April berpotensi melemah menuju ke level Rp16.850 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp16.750 per dolar AS.
Mengutip Bloomberg, pada hari Senin, 21 April, Kurs rupiah spot di tutup naik 0,42 persen ke level Rp16.807 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,14 persen ke level harga Rp16.808 per dolar AS.