JAKARTA - Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi memastikan Koperasi Desa Merah Putih bisa turut mengelola tambang mineral dan batu bara. Hal ini sejalan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan keempat atas UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara yang memungkinkan koperasi bisa ikut mengelola tambang.
"Kalau menurut undang-undang minerba, boleh. Undang-undang Minerba diperbolehkan ,lho, koperasi," ujar Budi Arie kepada awak media di Gedung Kementerian Koperasi, Selasa, 11 Maret.
Untuk itu Budi membuka kesempatan bagi koperasi yang berada di sekitar wilayah konsesi tambang seperti Kalimantan dan Sulawesi untuk turut mengelola pertambangan yang menjadi komoditas di sekitar wilayahnya.
Sehingga nantinya, kata dia, masyarakat yang berada di sekitar wilayah pertambangan dapat menikmati dan tidak hanya menjadi penonton.
"Warga desa, saatnya warga desa tidak menjadi penonton. Jadi warga desa harus menikmati semua sumber daya yang ada di desa. Kalau punya batu bara, warga desa harus dapet. Jangan orang kota aja yang dapet kemakmuran," terang Budi Arie.
Budi bilang, Koperasi Merah Putih ini akan menjadi instrumen pemerataan ekonomi khususnya ekonomi rakyat, sehingga dipastikan dapat mengelola pertambangan minerba.
"Begitu ya. Jadi soal kooperasi tambang, boleh. Udah ada undang-undangnya kok," tegas Budi.
Asal tahu saja, Kemenkop terus bergerak cepat dalam rangka pembentukan 70.000 Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi desa serta menuntaskan berbagai permasalahan yang terjadi di pedesaan.
BACA JUGA:
Dikatakan Budi, karena untuk mengelola pertambangan memerlukan biaya yang tidak sedikit, koperasi memiliki konsep koperasi multipihak yang memungkinkan kerja sama dengan pihak lain.
"Bisa ada konsep koperasi multipihak. Koperasi bisa bekerja sama dengan pihak lain. Bisa swasta, bisa koperasi juga, bisa pemerintah BUMN. Ada konsep koperasi bekerja sama," ujar Budi kepada awak media di Gedung Kementerian Koperasi, Kamis, 6 Maret.
Kendati demikian hingga saat ini belum ada satu pun koperasi yang mengajukan diri untuk mengelola tambang. Budi mengaku dirinya yakin akan ada banyak koperasi yang berminat untuk mengelola tambang.
"Belum. Tapi bicara-bicara sudah banyak beberapa orang. Tunggu saja. Saya yakin antusiasnya tinggi. Ini lagi konsolidasi," tandas Budi.