Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai, Bendungan Ciawi dan Sukamahi telah berfungsi secara baik selama banjir melanda Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belakangan ini.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Lilik Retno Cahyadiningsih mengatakan, selama banjir tersebut, Bendungan Ciawi berhasil menahan air sebanyak dua juta meter kubik, sedangkan Bendungan Sukamahi menahan 0,3 juta meter kubik.

"Sebenarnya (Bendungan) Ciawi dan Sukamahi itu sudah menunjukkan kinerjanya, ya. Karena kemarin waktu banjir itu sudah cukup besar yang ditahan (kedua bendungan itu)," ujar Lilik kepada wartawan di kantornya, Jumat, 7 Maret.

Lilik menilai, banjir di Bekasi tetap terjadi lantaran curah hujan yang sangat ekstrem.

Menurut dia, curah hujan dikatakan sangat lebat dan ekstrem apabila lebih dari 150 milimeter (mm) per hari.

Peristiwa banjir beberapa hari lalu dikarenakan curah hujan yang tercatat mencapai 356 mm per hari.

"Kalau sangat lebat dan ekstrem itu ukurannya lebih besar dari 150 mm per hari. Dan yang terjadi (kemarin) berapa? 356 mm per hari. Jadi, memang sangat ekstrem. Ini sebenarnya yang terjadi seperti itu," ucapnya.

Mengutip laman resmi Kementerian PU, Bendungan Ciawi telah dirampungkan pada 2022 dan diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Desember 2022.

Bendungan ini memiliki volume tampung air sebanyak 6,05 juta meter kubik dan luas area genangan 39,40 hektare.

Infrastruktur air ini merupakan bendungan kering yang pembangunannya sudah dilakukan sejak 2016 dan menelan anggaran Rp1,3 triliun.

Sementara itu, Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektare.

Bendungan ini bisa mereduksi banjir sebesar 15,47 meter kubik per detik. Pembangunannya menelan biaya Rp464,93 miliar.