Bagikan:

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 146.183 metrik ton CO2 dari target 105.574 metrik ton CO2.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, Pertamina tahun ini menargetkan dekarbonisasi sebesar 1,6 juta metrik ton CO2 naik dibanding target tahun 2024 sebesar 1,09 juta metric ton CO2.

“Dekarbonisasi merupakan komitmen Pertamina mendukung target Pemerintah mengurangi emisi karbon dan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” ujar Fadjar, Jumat, 7 Maret.

Dekarbonisasi, kata Fadjar, merupakan strategi Pertamina untuk menjaga operasional bisnis eksisting untuk ketahanan energi nasional yang dijalankan dengan ramah lingkungan.

“Praktik operasional bisnis yang ramah lingkungan telah menjadi standar dunia dalam bisnis migas dan Pertamina telah mendapat pengakuan global sebagai Perusahaan berstandar internasional,” jelasnya.

Menurut Fadjar, keberhasilan Pertamina dalam dekarbonisasi didukung kinerja seluruh Subholding yang berhasil menurunkan emisi melampaui target.

Subholding Upstream berhasil menurunkan emisi sebesar 111.000 metrik ron CO2, Subholding Refining & Petrochemical sebesar 23.000 metrik ton CO2, Subholding Commercial & Trading sebesar 1.754 metrik ton CO2, Subholding Gas sebesar 2.459 metrik ton CO2, Subholding Power & New Renewable Energy 2.255 metrik ton CO2 dan Subholding Integrated Marine Logistics 5.115 metrik ton CO2.

“Pertamina menargetkan hingga akhir tahun 2025, capaian dekarbonisasi bisa kembali melampaui target seperti tahun sebelumnya. Pertamina terus melakukan inovasi di seluruh lini bisnis untuk mencapai kinerja positif dekarbonisasi,” pungkas Fadjar.