Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membentuk tim khusus pengendalian banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur).

Pratikno menunjuk Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti sebagai ketua tim.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi pengendalian banjir yang diikuti berbagai kementerian, lembaga dan sejumlah pemimpin daerah di kantor Kemenko PMK, Jakarta, hari ini.

"Kami akan segera membentuk tim yang bertugas merumuskan secara detail aksi konkret pencegahan risiko bencana di lapangan dan juga sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi. Tadi disepakati kandidat, ketua timnya Wamen PU dan anggotanya berbagai eselon 1 dari masing-masing kementerian/lembaga, termasuk pemerintah daerah," ujar Pratikno seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 27 Maret.

Pratikno mengatakan, pengendalian dan penanganan banjir di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya harus dilakukan secara lebih sinergis, komprehensif dan terintegrasi dari hulu ke hilir dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Adapun Wamen Diana menjelaskan, pengendalian banjir perlu dilakukan baik secara struktural maupun nonstruktural.

Penanganan struktural sendiri bisa melalui pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan Kementerian PU, di antaranya pembangunan Bendungan Ciawi Sukamahi, Sindangheula, Pompa Sentiong dan Sodetan Ciliwung–Kanal Banjir Timur–Kanal Banjir Barat serta pengendalian banjir pada Sungai Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, tiga Sungai Cikeas, Cileungsi, Sabi dan Sungai Cidurian.

Sedangkan untuk penanganan secara nonstruktural yang telah dilakukan Kementerian PU, antara lain pemberdayaan komunitas peduli sungai, penertiban bangunan liar pada sempadan sungai dan irigasi, pembersihan sampah di prasarana pengendali banjir, penelusuran tanggul kritis serta pembuatan flood and forecasting early warning system.

"Hal terpenting yang akan kami lakukan adalah menyelesaikan pembangunan tanggul yang sampai saat ini di DKI Jakarta masih menyisakan 16,5 kilometer dan juga untuk Bekasi masih memerlukan 19,6 kilometer," tutur Diana.

"Kami juga akan membangun kolam retensi di daerah aliran sungai Bekasi, Ciujung dan Cidurian serta revitalisasi situ dan danau," tambahnya.

Wamen PU Diana bilang, sebelum rapat terbatas, dia telah menemui gubernur Jakarta, Jawa Barat dan Banten hingga Menteri ATR/BPN untuk membahas rencana pengendalian banjir tersebut.

Hasil pertemuan itu menyepakati penyusunan nota kesepakatan sinergi penanggulangan banjir di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, penyusunan matriks tindak lanjut kesepakatan bersama penanganan banjir kawasan Jabodetabek serta bakal adanya revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) untuk pengendalian banjir, daerah irigasi, situ dan bendungan.

"Melalui pertemuan tersebut, kami pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dan keterpaduan penanganan banjir di Jabodetabek, terutama untuk menyelesaikan permasalahan pengadaan tanah, pembangunan tanggul dan tata ruang wilayah," pungkasnya.