JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, salah satu penyebab yang membuat proyek tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) tak kunjung diterapkan lantaran anggaran yang masih dikunci.
Proyek investasi dari Hungaria senilai Rp4,5 triliun dari Roatex Ltd., melalui anak usahanya PT Roatex Indonesia Toll Road System (RITS) kini masih mengambang.
Tidak bisa maju karena keterbatasan anggaran, tidak bisa mundur lantaran sudah berkontrak dengan pemerintah.
"Pada saat anggaran masih dikunci saya tidak bisa apa-apa. Kalau mau putus, ya, putusnya baik-baik. Kan, jadian baik-baik juga," kata Dody kepada wartawan di kantornya, Jumat, 21 Februari.
Dody tak menampik bahwa proyek tersebut memang sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kurang siapnya pemerintah untuk menerapkan teknologi tersebut.
Terutama kesiapan regulasi hingga iklim usaha di jalan tol yang saat ini banyak pemain dari dalam negeri.
"Audit BPK (terkait MLFF) itu mengatakan memang tidak proper, tapi kami mendadak harus berkontrak. Waktu itu saya nggak seperti apa dan itu nggak perlu kami bahas, lah," ucap dia.
"Yang saya harus kerjakan hari ini adalah membereskan governance-nya dulu. Kami sudah berdiskusi dengan Hungaria, bahkan ini sudah jadi diskusi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)," sambungnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Dody bilang saat ini implementasi MLFF masih terganjal kondisi internal Kementerian PU, salah satunya terkait regulasi.
Namun, dia tak menjelaskan lebih jauh regulasi apa saja yang menghambat sistem tol tersebut.
Dia hanya memastikan, proses sinkronisasi aturan masih terus dilakukan.
"Banyak bolong di saya. Saya masih beres-beres aturan, kayak aturan yang belum sinkron sana-sini, banyak," kata Dody saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat, 27 Desember.
Adapun sinkronisasi yang dimaksud masih berkaitan dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu yang menemukan sejumlah masalah pada MLFF. Atas kondisi tersebut, Dodi menilai, ada beberapa aturan turunan yang harus dibuat.