Bagikan:

JAKARTA - PT Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp55,78 triliun sepanjang tahun 2024. Raihan itu tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Bank mandiri membukukan kinerja yang terjaga dengan baik dengan laba bersih secara konsolidasi Rp55,8 triliun," ujar Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu 5 Februari.

Sigit menambahkan, pendapatan non-bunga Bank Mandiri berhasil mencapai Rp42,32 triliun per akhir 2024 atau tumbuh 4,12 persen secara yoy secara konsolidasi. Adapun laba operasional sebelum pencadangan tercatat sebesar Rp 88 triliun atau tumbuh 3,77 persen yoy.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan yang solid, didukung oleh peningkatan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA). Hingga akhir 2024, DPK Bank Mandiri tercatat tumbuh sebesar 7,73 persen yoy menjadi Rp1.699 triliun, didorong oleh kenaikan signifikan pada segmen giro dan tabungan.

Porsi CASA mencapai 80,3 persen dari total DPK, mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengoptimalkan pendanaan berbasis dana murah.

Pertumbuhan CASA tersebut terutama didorong oleh peningkatan tabungan yang tumbuh 13,4 persen yoy menjadi Rp665 triliun, serta giro yang mengalami ekspansi sebesar 3,6 persen yoy menjadi Rp 606 triliun.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari optimalisasi layanan digital seperti Livin’ by Mandiri, yang semakin mempermudah transaksi dan perencanaan keuangan bagi nasabah ritel, serta Kopra by Mandiri, yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan bagi segmen wholesale,” tandas dia.