Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN juga harus disertai dengan perubahan sikap.

BTN, sambung Basuki, harus memberikan terobosan dan perubahan dalam melayani kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan menurunkan bunga kredit pemilikian rumah (KPR).

“Harus menunjukkan perubahan sikap, menjadi lebih sigap dan efisien. Artinya bunga KPR nonsubsidi harus bisa diturunkan. Kalau tidak bisa diturunkan, omong kosong itu perubahan BTN,” kata Basuki dalam acara HUT ke-74 BTN, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 3 Maret.

“Dengan perubahan logo ini, ada perubahan sikap, jangan cuma logo, nanti sikapnya tetap,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membantu mengatasi persoalan backlog perumahan. BTN juga diminta untuk terus melakukan inovasi.

Adapun backlog perumahan adalah kondisi kesejangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. Artinya, kuantitas rumah yang belum atau tidak tertangani.

Lebih lanjut, Jokowi juga ingin di usia yang ke-74 tahun ini BTN bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk menciptakan layanan pelanggan yang lebih modern.

“Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-74. Saya mendorong BTN untuk terus berinovasi, digitalisasi, sinergi dan kolaborasi untuk menciptakan layanan pelanggan yang modern dan canggih, serta membantu menuntaskan persoalan backlog perumahan di Indonesia,” ujar Jokowi melalui video yang ditayangkan di acara HUT ke-74 BTN, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 3 Maret.

Adapun berdasarkan sensus tahun 2020, jumlah backlog perumahan di Indonesia mencapai 12,7 juta keluarga, yang mana sebanyak 57 persen dari total backlog itu atau 7,28 juta keluarga merupakan golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).