Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Pengamat: Berdampak Positif bagi Negara
Ilustrasi (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Pengamat Ekonomi Yetty ME menilai, penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax memberi kontribusi positif bagi negara.

"Kendati penurunan BBM ini belum memengaruhi konsumsi masyarakat, namun bisa berdampak positif bagi negara," kata Yetty dikutip dari ANTARA, Kamis, 2 November.

Menurut dia, variabel pembentuk harga keekonomian BBM Pertamax yaitu harga minyak mentah dunia mengalami penurunan.

Sebab, ketika perbedaan harga BBM subsidi dan Pertamax semakin kecil mendorong tingkat konsumsi masyarakat terhadap BBM Pertamax terus mengalami peningkatan.

"Sehingga subsidi BBM yang telah dialokasikan negara dapat dimanfaatkan untuk kebijakan strategis nasional lainnya," kata dia.

Dengan demikian, kata Yetty, dengan berkurangnya konsumsi Pertalite berdampak pada semakin kecil beban negara untuk menyubsidi BBM.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax per 1 November 2023.

Dengan demikian, harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun.

Sedangkan untuk Pertalite atau BBM subsidi tidak mengalami perubahan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, harga BBM non-subsidi setiap bulan per tanggal 1 mengalami penyesuaian mengikuti harga pasar.

"Harga BBM Pertamina paling kompetitif untuk menjaga daya beli masyarakat," kata dia.

Fadjar menuturkan, di tengah fluktuasi harga minyak dunia, Pertamina terus berupaya menjaga kinerja rantai pasoknya, termasuk fleksibilitas dalam memperoleh minyak mentah (crude oil) sehingga harga produk BBM bisa tetap kompetitif.

"Termasuk kami juga lakukan efisiensi, sehingga bisa menghemat biaya produksi, hasilnya BBM Pertamina tetap kompetitif," ujar Fadjar.

Penyesuaian harga BBM tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang disalurkan melalui SPBU.