PLN Kerja Sama Perusahaan Energi UEA untuk Ekspansi PLTS Terapung Cirata
Ilustrasi PLTS (Foto: Dok. Indonesia Power Plant)

Bagikan:

JAKARTA - PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PLN Nusantara Power berencana melakukan ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau PLTS Terapung Cirata di Purwakarta, Jawa Barat, yang saat ini berkapasitas 192 megawatt peak (MWp).

Pengembangan PLTS Terapung Cirata akan dilakukan PLN bersama Masdar, yakni perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA). Keduanya diketahui telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU pada UEA-Indonesia Economic Forum di Jakarta, Kamis, 21 September.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, dengan kapasitas PLTS Terapung yang sekarang mencapai 192 MWp sudah menjadi salah satu PLTS Terapung dengan kapasitas besar di dunia.

"Kami bekerja sama dengan Masdar untuk melakukan penelitian dalam pengembangan PLTS Terapung Cirata menjadi lebih besar. Melihat potensi dan luas lahan Danau Cirata yang bisa digunakan, ekspansi ini sangat mungkin dapat dikerjakan," kata Ruly dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Sabtu, 23 September.

PLTS Terapung Cirata dibangun PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables yang bekerja sama dengan Masdar.

Kerja sama ini tengah memasuki finalisasi dengan kepemilikan saham PLN Nusantara Renewables sebesar 51 persen dan Masdar sebesar 49 persen.

Adapun PLTS yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp1,7 triliun ini merupakan proyek yang akan mendukung terwujudnya Net Zero Emission pada 2060.

Nantinya, PLTS yang menempati area seluas 200 hektare (ha) ini akan menghasilkan energi sebesar 245 juta kWh per tahun dan dapat memasok listrik setara untuk 50.000 rumah tangga.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, telah membentuk satuan tugas untuk mempercepat kemitraan investasi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Salah satu bidang yang akan digarap adalah percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

"Indonesia memiliki berbagai potensi pengembangan EBT yang strategis. Salah satunya adalah di Ibu Kota Negara (IKN) yang sedang dalam tahap pengembangan. Melalui forum ini, investor akan melihat berbagai potensi yang ada, terutama dalam bidang EBT," ungkapnya.