Bagikan:

JAKARTA - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sempat sepi aktivitas, kini bandara ini resmi melayani penerbangan haji 2023, di mana pada kloter pertama sebanyak 369 penumpang diterbangkan menuju Arab Saudi menggunakan pesawat Airbus 330-300 Saudi Arabia Airline.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan penerbangan haji pertama kali dari Bandara Kertajati menuju Arab Saudi berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami selalu memastikan kelaikudaraan setiap pesawat yang akan mengangkut jemaah dalam kondisi baik sebelum terbang yaitu meliputi kondisi kelaikan pesawat, kelengkapan dokumen pesawat, serta memeriksa lisensi dan memastikan kondisi kesehatan pilot dan crew yang bertugas dalam kondisi prima,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Kristi Endah Murni, ditulis Selasa, 30 Mei.

Sebelumnya, calon jemaah haji yang berasal dari Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan atau biasa disebut Ciayumajakuning harus menempuh perjalanan darat sekitar 3-4 jam menuju Bandar Udara Soekarno Hatta.

“Sekarang, para jemaah khususnya dari wilayah Ciayumajakuning tidak perlu jauh-jauh lagi ke Bandara Soekarno Hatta untuk berangkat haji, mulai saat ini haji bisa berangkat dari Bandara Kertajati di mana waktu tempuh ke bandara bisa dipangkas dan lebih singkat,” ujarnya.

Bandara Kertajati yang memiliki terminal seluas 96.280 m2 ini direncanakan akan menerbangkan sebanyak 8.848 calon jemaah haji dari Indonesia langsung ke Madinah dan Jeddah yang terbagi menjadi 24 kloter, dengan kloter terakhir rencananya akan diberangkatkan pada 22 Juni 2023.

Seperti bandara embarkasi lainnya, Bandara Kertajati turut melayani para jemaah lanjut usia yang menjadi prioritas pada tahun 2023.

Pada keberangkatan kloter pertama ini, jemaah tertua berusia 93 tahun.

Sesuai dengan tema Haji Ramah Lansia, Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan kolaborasi intensif bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, PT Angkasa Pura II, Airnav Indonesia serta stakeholders terkait agar meningkatkan pelayanan bagi para jemaah lansia di Bandara Kertajati.

Seperti memastikan ketersediaan kursi roda, penggunaan golf cart, dan juga penambahan petugas pendamping bagi jemaah berkebutuhan khusus. Pelayanan ini dimulai dari jemaah tiba di bandara sampai dengan tiba di bandara tujuan.

“Dengan terselenggaranya angkutan haji dan umrah dari Bandara Kertajati, serta penerbangan reguler internasional Kertajati-Kuala Lumpur tiap hari Minggu dan Rabu, maka kami berharap dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Jawa Barat khususnya di Kabupaten Majalengka,” pungkas Kristi.