Dampak Pencabutan PPKM terhadap Perekonomian Indonesia Menurut Ekonom
Ilustrasi perekonomian Indonesia (Foto dari Antara)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Sejak pemerintah Indonesia resmi menghapus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), banyak perbincangan mengenai dampak PPKM dicabut terhadap perekonomian. Presiden Jokowi menghapus aturan PPKM pada 30 Desember lalu.

Sebelumnya pemerintah memperpanjang PPKM terakhir demi menangani penyebaran COVID-19 sejak 6 Desember 2022 hingga 9 Januari 2023. Pemerintah pun memutuskan mencabut PPKM yang tertuang dalam Instruksi Mendagri nomor 50 dan 51 tahun 2022. 

Berbagai pengamat ekonomi menyampaikan beberapa pandangan mengenai dampak pencabutan PPKM. Ada ekonom yang menilai penerapan kebijakan ini di akhir tahun menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Namun sebagian ekonom berpendapat bahwa kebijakan pencabutan PPKM tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di tanah air di tahun 2023. 

Dampak PPKM Dicabut Terhadap Perekonomian Indonesia

Berikut beberapa dampak pencabutan PPKM terhadap perekonomian, yang dikutip dari berbagai sumber:

Perekonomian Indonesia Mampu Tumbuh 

Kebijakan pencabutan PPKM seolah menujukkan bahwa perekonomian Indonesia mampu tumbuh di tengah isu ancaman resesi global. Bhima Yudhistira, Direktur Celios, menyampaikan proyeksi RI bisa tumbuh di atas 4,3 persen pada 2023. Prediksi ini tentu lebih baik jika dibanding proyeksi perkembangan ekonomi negara berkembang yang hanya 1,8 persen di tengah ancaman resesi tahun depan. 

Sejumlah Sektor Bisnis Mengalami Peningkatan

Penghapusan PPKM dinilai dapat mendorong pemulihan ekonomi di Indonesia. Aktivitas ekonomi masyarakat diprediksi akan terus meningkat, terutama dalam perbelanjaan di sektor ritel, perdagangan besar, hingga perdagangan eceran.

Sejumlah segmen bisnis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan di tahun depan, di antaranya sektor pariwisata, restoran, perhotelan, hingga kafe. Berbagai sektor tersebut memang sudah menunjukkan pertumbuhan di atas 10 persen sejak awal kuartal III-2022. 

Tidak Berpengaruh pada Bisnis Alat Kesehatan

Namun sebagian ekonom berpandangan bahwa kebijakan ini tidak terlalu mempengaruhi perekonomian di Indonesia pada 2023. Pasalnya pembatasan mobilitas memang sudah semakin renggang sejak beberapa bulan terakhir.

Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE), mengatakan bahwa pelaksanaan PPKM maupun tidak sebenarnya tidak banyak bedanya. Hal inilah yang dinilai pencabutan PPKM tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian. 

Faisal juga menilai bahwa kebijakan ini juga tidak terlalu berdampak pada bisnis penjualan masker dan hand sanitizer. Ia mengatakan penjualan kedua barang tersebut sudah berangsur menurun sejak beberapa waktu belakangan. Penghapusan PPKM disebut hanya akan melanjutkan tren yang sudah ada sebelumnya.

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Direktur Segara Institut Piter Abdullah. Piter mengatakan dampak PPKM sudah tidak terlalu dirasakan. Di samping itu, Piter mengatakan kebijakan pencabutan PPKM tetap akan berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi. 

Tidak Akan Mempengaruhi Kinerja IHSG

Sementara itu Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani berpendapat bahwa kebijakan ini tidak akan mempengaruhi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia sudah membaik sejak awal tahun 2022.

Tidak Menimbulkan Dampak Besar karena Sudah Terbiasa Digitalisasi

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, juga menyampaikan tanggapan yang sama. Menurutnya kebijakan ini tidak akan menimbulkan dampak yang besar terhadap ekonomi Indonesia. 

Tauhid Ahmad mengatakan bahwa kegiatan ekonomi sudah beradaptasi dengan sistem digital sejak pandemi. Ia menyampaikan bahwa sejak awal diberlakukan PPKM, sudah menerapkan digitalisasi dalam berbagai aspek ekonomi hingga sekarang. 

Demikianlah penilaian dari berbagai ekonom mengenai dampak pencabutan PPKM terhadap perekonomian di Indonesia. Kebijakan tersebut akan memberikan dampak yang cukup terasa pada sejumlah sektor, seperti pariwisata, perhotelan, restoran, hingga kafe. 

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI . Kamu menghadirkan terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.