Dapat Tambahan PMN, Waskita Karya Kebut Penyelesaian Proyek Infrastruktur
Foto: Dok. Waskita Karya

Bagikan:

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk, terus memperbaiki kinerja keuangan dengan fokus mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur jalan tol di Jawa dan Sumatera, termasuk proyek-proyek strategis lainnya. Salah satu sumber pendanaan berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN).
 
SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Novianto Ari Nugroho mengatakan perseroan akan fokus pada peningkatan kinerja operasional. Kata Novianto, dukungan pemerintah melalui  PMN dan Kredit Modal Kerja (KMK) 2021, dapat membantu perusahaan menyelesaikan jalan tol yang sempat tertunda sejak pandemi COVID-19.
 
Dengan melakukan penyelesaian jalan tol, kata Novianto, perusahaan tak hanya dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, tetapi juga dapat memperlancar proses strategic partnership yang sedang dijalankan.
 
"Hal ini disebabkan kecenderungan investor baru memilih jalan tol yang telah beroperasi, baik beroperasi parsial maupun penuh," ungkap Novianto, dalam keterangan resmi, Kamis, 6 Oktober.
 
Sekadar informasi, pada 2022 emiten bersandi saham WSKT itu telah melakukan strategic partnership beberapa ruas jalan tol. Seperti Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Jalan Tol Kanci-Pejagan, dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Proses ini  diharapkan membantu keuangan Waskita.
 
Adapun dana PMN 2021 sebesar Rp7,9 triliun yang diterima WSKT digunakan untuk penyelesaian 7 ruas tol di Jawa dan Sumatera.Tujuh ruas tol tersebut adalah Tol Kayu Agung- Palembang-Betung Tahap 2 sepanjang 69,19 kilometer (km).
 
Lalu, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi Koneksi Wiyoto Wiyono dan 2A Ujung sepanjang 4,88 km, ruas Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 2A sepanjang 3,4 km, Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2 sepanjang 11,9 km, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 4 sepanjang 9,29 km, Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4 sepanjang 12,45 km, Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km yang saat ini sepenuhnya telah beroperasi.
 

 
Sementara PMN 2022, WSKT akan mendapatkan alokasi sebesar Rp3 triliun. Guna menjaga komposisi kepemilikan saham antara pemerintah dan publik setelah diterimanya PMN, WSKT akan melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan target perolehan sebesar Rp980 miliar.
 
Dana PMN sebesar Rp3 triliun akan digunakan untuk menyelesaikan dua ruas tol, yaitu Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) Tahap II Rp2 triliun dan Ruas Tol Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 sebesar Rp1 triliun.
 
Novianto mengatakan target perolehan dana rights issue sebesar Rp980 miliar, rencananya akan digunakan untuk tambahan modal kerja proyek infrastruktur strategis lainnya yang sedang dikerjakan oleh Waskita.