Revitalisasi Bandara Halim Serap Anggaran Rp600 Miliar dan Makan Waktu 6 Bulan, Menhub Budi: Terlaksana dengan Baik
Foto: Dok. Kementerian Perhubungan

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan terminal VVIP Bandara Halim Perdanakusuma yang telah selesai direvitalisasi. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus tinjauan singkat di terminal baru ini.

Budi menjelaskan, Bandara Halim adalah objek vital yang sebelumnya kurang terawat. Karena itu perlu dilakukan revitalisasi. Menurut Budi, sebelum revitalisasi dilakukan, pihaknya telah memetakan ada tiga permasalahan.

Adapun permasalahannya yaitu runway yang sudah terkelupas karena umur, tata air (drainase) yang kurang baik, dan kondisi gedung terminal VVIP yang dianggap kurang representatif untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Pada peresmian tersebut, Budi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan arahan dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran revitalisasi bandara Halim. Mulai dari Panglima TNI, Mensesneg, Menkeu, Menteri PUPR, kontraktor pelaksana pekerjaan, AP II, Airnav Indonesia, dan unsur terkait lainnya.

"Meskipun waktu pengerjaannya pendek hanya kurang lebih 6 bulan, tetapi berkat kolaborasi semua pihak, revitalisasi ini bisa kita laksanakan dengan baik," kata Menhub, dalam keterangan resmi, Rabu, 5 Oktober.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, desain terminal baru VVIP mengusung kearifan lokal dengan sentuhan modern. Terminal baru VVIP ini akan menambah kepercayaan diri Indonesia sebagai tuan rumah ketika menyambut tamu-tamu penting negara dalam Presidensi Indonesia pada KTT G-20.

"Bangunan ini tidak besar tetapi tetap cantik dan nyaman untuk ruang tunggu tamu-tamu penting negara. Kami dibantu rekan-rekan arsitek untuk mendesain dengan nuansa tradisional. Ruangan-ruangan di dalam terminal diberi nama Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Ini menunjukkan Pandawa Lima adalah suatu representasi budaya Indonesia," tutur Menhub.

Sekadar informasi, revitalisasi Bandara Halim mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Sejumlah fasilitas yang direvitalisasi yakni runway, taxiway, apron, drainase, terminal VVIP, dan fasilitas lainnya. Adapun anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi sebesar Rp600 miliar.

Bandara Halim telah beroperasi kembali untuk melayani penerbangan komersial pada 1 September 2022, usai dilakukannya revitalisasi sejak Maret 2022. Sebelum dioperasikan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan serangkaian koordinasi dengan TNI AU, AP II, Airnav Indonesia, serta pihak terkait lainnya, untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta pemenuhan terhadap seluruh regulasi terpenuhi.

Beberapa uji coba landing take off, sertifikasi, dan kalibrasi, juga telah dilakukan sebelum runway dioperasionalkan kembali. Dengan panjang runway 3.000 meter, semua jenis pesawat hingga Boeing 747 dan 777 bisa mendarat di bandara ini.