Kabar Gembira untuk Produsen Tahu dan Tempe, Pemerintah Sedang Siapkan Subsidi Kedelai
Ilustrasi. (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan bantuan kepada para produsen tahu dan tempe berupa subsidi kedelai. Hal bertujuan agar para perajin bisa mendapatkan kedelai dengan harga yang terjangkau. Adapun kebijakan tersebut merupakan respons dari tingginya harga kedelai saat ini.

Asisten Deputi Pangan Kemenko Perekonomian, Saifulloh mengatakan bahwa formula bantuan tersebut masih dalam pembahasan dengan kementerian terkait. Adapun bantuan diberikan sebagai bentuk langkah jangka pendek.

"Untuk jangka pendek, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan dan Badan Pangan Nasional, dan Perum BULOG sedang membahas formula untuk pemberian bantuan kepada para pengrajin tahu dan tempe," tuturnya, saat dihubungi VOI, Kamis, 24 Februari.

Alasannya bantuan diberikan dalam jangka pendek, kata Saifulloh, karena berangkat dari asumsi tidak ada cuaca ekstrim, sehingga pasokan kedelai dunia kembali membaik masuk bulan Juli 2022.
Adapun bantuan yang bakal diberikan nanti bisa berupa subsidi atau penggantian selisih harga.

"Hal tersebut hanya masalah terminologi dan pemilihan diksi kata saja," kata Saifulloh menambahkan.

Sekadar informasi, rencana pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama sejumlah kementerian terkait menganai persoalan harga kedelai di Istana pada Selasa, 22 Februari 2022.

Kemenko Perekonomian pun, lanjut Saifulloh ditugaskan untuk mengoordinasikan kebijakan terkait penyediaan stok dan stabilisasi harga kedelai untuk produsen tahu tempe agar dapat terus berproduksi.

Tak pemberia bantuan, kata Saifulloh, Kementerian Pertanian juga sedang fokus untuk menyediakan atau memenuhi kebutuhan dari dalam negeri melalui penanaman 50 ribu haktare lahan yang telah ditandatanganinya MoU antara petani dan Gakoptindo.

Langkah jangka panjang

Saifulloh mengatakan bahwa langkah jangka panjang yang diambil untuk mengatasi permasalahan kedelai yakni Kementerian Pertanian fokus melaksanakan upaya peningkatan produksi dan produktivitas kedelai petani lokal.

"Program penanaman di sejumlah daerah strategis sebagai produsen kedelai telah diinisiasi yang disertai dengan kebijakan dukungan sarana dan prasarana produksi dan pasca panen serta pembiayaan melalui KUR," tuturnya.

Lebih lanjut, Saifulloh juga menekankan bahwa pemerintah akan terus memonitor kenaikan harga kedelai di pasar global yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku tahu dan tempe di tingkat pengrajin.

"(Namun diakui) kenaikan harga kedelai di pasar internasional diakibatkan oleh peningkatan permintaan kedelai secara signifikan oleh China untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak serta adanya gangguan produksi kedelai di Argentina, Paraguay dan Brasil," tuturnya.