Bagikan:

JAKARTA - Banyak peneliti, pengamat atau penggemar, atau pun penggembira bola dunia, yang sudah obok-obok semua cerita-cerita tentang Piala Dunia 2026 yang siap digelar, 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Ternyat, klub elite Inggris, Manchester City penyumbang pemain paling banyak menuju Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat.

Banyak penggila bola, menggugat dan bertanya. Mengapa pemain Real Madrid tidak satu pun, dipanggil Luis de la Fuente, untuk memperkuat La Furia Roja Spanyol? Mungkin, hanya penggemar Real Madrid yang kecewa?

Dari berita-berita terkini, dua punggawa mestro Real Madrid, juga menggugat pilihan Luis de la Fuente. Toni Kross menyatakan, bahwa pemilihan skuad Spanyol tanpa Real Madrid, terkesan ada masalah pribadi dari sang arsitek La Roja Spanyol. “Empat tahun lalu, Spanyol hanya memilih dua pemain asal Real Madrid.”

Lain Toni Kross, lain pula komentar Zinedine Zidane, gelandang Real Madrid, yang juga mempersembahkan tiga gelar UEFA Champions League, hattrick berturut-turut seperti Persib Bandung. “Saya melihat ada masalah politik sepakbola, di timnas Spanyol,” tegasnya.

Pele merayakan kesuksesan Brasil sebagai juara Piala Dunia 1970 usai mengalahkan Italia dengan skor 4-1 di Stadion Azteca, Mexico City. (Wikipedia)

Dominasi Klub Inggris

Berdasarkan riset penulis sejak Piala Dunia 2018 Rusia, klub elit dunia yang paling banyak menyumbang pemainnya, adalah 16 pemain berasal Tottenham Hotspurs. Sedangkan di Piala Dunia 2022 Qatar, klub, Manchester City dan Bayern Muenchen menyumbang 14 pemain, Manchester United dan Real Madrid, 13 pemain, Barcelona dan Chelsea 12 pemain, serta Liverpool, Arsenal dan Atletico Madrid, 10 pemain.

Mengapa cerita klub-klub penyumbang pemain ke Piala Dunia FIFA, dalam tiga musim terakhir, harus diriset?

Sebetulnya kuncinya ada di bisnis sepak bola klub-klub premium di “daratan Benua Biru”. Sepak bola Eropa memang selalu menjadi kiblat sepakbola super modern, terletak pada konsep bisnis sepakbola. Dan, kiblatnya, ada di kompetisi Premier League.

Ada barometer, klub-klub terbaik dunia, khususnya di liga-liga elit Eropa, selalu memiliki kekayayan dan penghasilan terbesar. Pantas mampu membeli pemain terbaik dunia. Mancheter City, milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, salah satu keluarga Emir Abu Dhabi, Wakil Presiden Uni Emirat Arab.

Kekayaan pemilik Abu Dhabi United Group ini, punya City Football Group, dengan kekayaan mencapai 5.3 miliar dolar US, atau sekitar Rp85 triliyun.

Pemain yang berasal dari Manchester City, yang kini terpanggil masuk skuad masing-masing dari beberapa negara kelas “premium” peserta, sebagai berikut:

Erling Haaland, penyerang tim Manchester City yang menjadi andalan di Timnas Norwegia dalam Piala Dunia 2026. (Reuters/Jason Cairnduff)

Manchester City (18)

James Trafford (Inggris), Ruben Dias (Portugal), Tijjani Reinjnders (Belanda), John Stones ( Inggris), Nathan Ake (Belanda), Omar Marmoush (Mesir), Mateo Kovacic (Kroasia), Erling Haaland (Norwegia), Rayan Cheki (Perancis), Jeremy Doku (Belgia), Marc Guehi (Inggris), Rodri (Spanyol), Bernado Silva (Portugal), Rayan Ait-Nouri (Alzajair), Josko Gvardiol (Kroasia), Matheus Nunes (Portugal), Nico O’Reilly (Inggris), dan Abdukodir Khusanov (Uzbekistan).

Besok Sabtu malam, 30 Mei, pukul 23.00 waktu Jakarta, ada partai paling superior di akhir musim liga-liga Eropa. Yaitu, partai final UEFA Champions League 2025 – 26, antara Arsenal vs Paris Saint-Germain, berlangsung di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hongaria.

Bisa jadi, semua pemain Arsenal dan PSG, yang akan bertarung memperebutkan Champions League yang ke-71, dalam ajang antarklub Eropa, terlambat masuk pelatnas negaranya masing-masing di Kanada, Maksiko dan Amerika Serikat. Karena, rata-rata 48 negara peserta Piala Dunia 2026, sudah terbang ke jazirah Amerika Utara.

Jika Arsenal mampu mengalahkan juara bertahan PSG, sebagai juara Champions League 2024-2025, maka musim 2025-2026 ini adalah gelar pertama kalinya. Namun, jika gagal, maka ini jejak kedua kalinya sebatas runner up, mengulang Champions League 2005-2006, saat dikalahkan Barcelona.

Namun, suka atau tidak suka, Stan Kroenke, pemilik Arsenal adalah pemilik klub terkaya nomor dua di dunia, setelah PSG. Dari kantong Kroenke Sports & Entertainment, sebagai pemegang kendali kekayaannya, sebesar 6.16 miliar euro, atau sekitar Rp164,4 triliyun.

Bayangkan saja, sampai hari ini, estimasi skuad terbaik Arsenal menuju final Champions League, mencapai 821,7 juta euro, serta estimasi pendapatan klubnya musim ini, mencapai 770 juta euro. Arsenal emang dinilai tajir melintir. Pantas, klubnya, mampu meraih juara Premier League 2025 – 2026, setelah menunggu 22 musim kompetisi.

Pemain yang berasal dari klub London Utara, yang kini terpanggil masuk skuad masing-masing negara peserta, sebagai berikut:

Arsenal (15)

David Raya (Spanyol), William Saliba (Perancis), Piero Hincapie (Ekuador), Bukayo Saka (Inggris), Mikel Merino (Spanyol), Martin Odegaard (Norwegia), Eberechi Eze (Inggris), Gabriel Martinelli (Brasil), Jurrien Timber (Belanda), Viktor Gyokeres (Swedia), Lenadro Trossard (Belgia), Noni Madueke (Inggris), Kai Havertz (Jerman), Martin Zubimendi (Spanyol), dan Declan Rice (Inggris).

Klub Prancis dan Spanyol

Lain Mancheter City, lain Arsenal, maka lain pula Paris Saint-Germain (PSG), yang dikusai 87,5% sahamnya milik Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar. Nilai kekayaan PSG 6.3 miliar dolar US, atau sebesar Rp122,1 triliyun.

Sebagai juara bertahan Liga Champions Eropa, PSG dipastikan akan tetap ngotot mampu mempertahankan gelar, saat menghadapi Arsenal, 30 Mei 2026. Besok Sabtu, sekitar pukul 11 waktu Indonesia. Pendukung PSG, sepertinya akan berjingkrak-jingkrak mendukung klub ibu kota Prancis tersebut.

Paris Saint-Germain (14)

Achraf Hakimi (Maroko), Marquinhos (Brasil), Favian Ruiz (Spanyol), Goncalo Ramos (Portugal), Ousmane Dembele (Perancis), Desire Doue (Perancis), Vitinha (Portugal), Lee Kang-in (Korsel), Lucas Hernandez (Perancis), Nuno Mendes (Portugal), Bradley Barcola (Perancis), Warren Zaire-Emery (Perancis), Ibrahim Mbaye (Senegal), dan Joao Neves (Portugal).

Dua klub bebuyutan di Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, memang tak mungkin didamaikan. Dalam format Indonesia, Persib Bandung dan Persija Jakarta, adalah “musuh abadi.” Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, bisa secara kebetulan, atau sengaja, menyingkirkan semua pemain yang memperkuat Real Madrid.

Hanya Luis de la Fuente yang paham. Bicara kebutuhan dan kedalaman skuad, serta kebugaran fisik, sekaligus sesuai taktik strategi timnas Spanyol, hanya pelatih yang punya hak veto.

Masih Ingat, ketika pelatih Spanyol 2008, Luis Aragones, hanya butuh satu pemain berkarakter sesuai taktik strateginya, ada dalam sosok Marcos Senna. Pemain yang aslinya bukan orang Spanyol. Namun, berkat ngototnya Aragones, Spanyol yang diperkuat pemain naturalisasi, Marcos senna, Spanyol mampu meraih juara Euro 2008.

Lee Kang-in, pemain Paris Saint-Germain yang memperkuat Timnas Korea Selatan di sektor gelandang dalam ajang Piala Dunia 2026. (Yonhap)

Bisa jadi ambisi taktik strategi Luis de la Fuente, tidak membutuhkan para pemain Real Madrid, seperti Dean Huijsen, Raul Asensio, Gonzalo Garcia dan Dani Ceballos. Karena, selain banyak “young guns” Barcelona, juga deretan pemain dari klub lain, lebih sesuai taktiknya.

Penggemar Real Madrid, nggak usah “baperan”. Pasalnya di luar pemain asli Spanyol. Sejatinya, ada sepuluh pemain yang merumput di Real Madrid. Klub raksasa yang sudah 15 kali meraih gelar juara antarklub Eropa, punya banyak bintang asal negara lain, sebagai masternya. Lihat saja, Mbappe, Vini Junior, Valverde, Rudiger dan Arda Guler.

Berikut di bawah ini pemain Barcelona dan Real Madrid, yang menyumbangkan 13 dan 10 pemain untuk atas nama negaranya masing-masing, sebagai berikut:

Barcelona (13)

Ronald Araujo (Uruguay), Pau Cubarsi (Spanyol), Gavi (Spanyol), Pedri (Spanyol), Lamine Yamal (Spanyol), Raphinha (Brasil), Joao Garcia (Spanyol), Marcus Rashford (Inggris), Ferran Torres (Spanyol), Dani Olmo (Spanyol), Frenkie de Jong (Belanda), Jules Kounde (Perancis), dan Eric Garcia (Spanyol).

Real Madrid (10)

Thibaut Courtois (Belgia), David Alama (Austria), Jude Bellingham (Inggris), Vinicius Junior (Brasil), Federico Valverde (Uruguay), Kylian Mbappe (Perancis), Aurelien Tchouameni (Perancis), Arda Guler (Turki), Brahim Diaz (Maroko), Antonio Rudiger (Jerman).

Bicara klub-klub elit Liga Inggris ada yang mengganjal, yaitu Liverpool. Tidak ada satu pun, pemain asal Liverpool, yang memperkuat tim nasional Inggris. Sama nasibnya, dengan Real Madrid.

Namun, dari 11 pemain yang memperkuat negara masing-masing, justru menjadi pilar salah satu negara yang dijuluki “spesialis runner up” Piala Dunia, yaitu “Tim Oranye” Belanda. Mampukah, “The Flying Dutchmen” menyimpan dendamnya, agar tidak terkena “karma” lagi?

Timnas Inggris Tanpa Liverpool

Ada lima klub elit Inggris, selain Liverpool yang “kosong blong” menyumbang timnas Inggris. Manchester United dan Chelsea, masih lumayan ada, walaupun hanya satu pemain. Tapi, yang beruntung, justru Aston Villa, juara Europa League 2025-2026, mampu menyumbangkan tiga pemainnya, masuk skuad Thomas Tuchel

Berikut tampilan empat klub Inggris penyumbang pemain terbanyak, untuk negara masing-masing, sebagai berikut:

Manchester United (12)

Altay Bayindir (Turki), Diogo Dalot (Portugal), Noussair Mazraoui (Maroko), Bruno Fernandes (Portugal), Matheus Cunha (Brasil), Tyrell Malacia (Belanda), Amad Diallo (Pantai Gading), Casemiro (Brasil), Manual Ugarte (Uruguay), Senne Lammens (Belgia), Diego Leon (Paraguay), dan Kobbie Mainoo (Inggris).

Liverpool (11)

Alisson (Brasil), Wataru Endo (Jepang), Virgil van Dijk (Belanda), Ibrahima Konate (Perancis), Florian Wirtz (Jerman), Alexis Mac Allister (Argentina), Mohamed Salah (Mesir), Cody Gakpo (Belanda), Andy Robertson (Skotladia), Jeremie Frimpong (Belanda), Ryan Gravenberch (Belanda).

Liverpool tidak menyumbangkan satu pemain pun untuk Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (Sky Sports)

Chelsea (8)

Marc Cucurella (Spanyol), Pedro Neto (Portugal), Enzo Fernandez (Argentina), Mamadou Sarr (Senegal), Jorrel Hato (Belanda), Reece James (Inggris), Moises Caicedo (Ekuador), dan Malo Gusto (Perancis).

Aston Villa (7)

Enzri Konsa (Inggris), John McGinn (Skotlandia), Youri Tielemens (Belgia), Ollie Watkins (Inggris), Emiliano Martinez (Argentina), Amadou Onana (Belgia), dan Morgan Rogers (Inggris).

Dominasi Bayern Muenchen

Hanya satu negara peserta FIFA Piala Dunia 2026, cukup dengan skuad satu klub elitnya, semua pemainnya, menjadi starter negaranya, yaitu Jerman. Dari 26 pemain yang dipanggil pelatih Julian Nagelsmann, ada enam pemain berasal dari Bayern Muenchen. Mirip, timnas Spanyol yang memilih delapan (8) pemain Barcelona masuk skuad tim “Matador.”.

Ibaratnya begini. Tim nasional Jerman, yang berada di Grup C, bersama Curucao, Pantai gading dan Ekuador nanti, seolah-olah semua peserta di grup tersebut, cukup menghadapi skuad Timnas Jerman + Bayern Muenchen vs Cucucao, vs Pantai Gading dan vs Ekuador. Lucu bukan?

Berikut pasukan Jerman yang diperkuat 12 pemain “FC Hollywood” Bayern Muenchen:

Bayern Muenchen (12)

Manuel Neuer (Jerman), Dayot Upamecano (Perancis), Kim Min-jae (Korsel), Jonathan Tah (Jerman), Joshua Kimmich (Jerman), Leon Goretzka (Jerman), Jamal Musiala (Jerman), Luis Diaz (Kolombia), Michael Olise (Perancis), Nicholas Jackson (Senegal), Alphonso Davies (Kanada), dan Aleksandar Pavlovic (Jerman).

Banyak negara-negara, yang diperkuat klub-klub kasta kedua atau ketiga di Eropa, atau hanya klub lokal di benua Afrika, Amerika Utara, seperti Meksiko dan Kanada, atau juga dari Asia. Namun ada klub dari Republik Ceko, yang memanggil 11 pemain asli dari klub liga Rep. Ceko bernama Slavia Praha.

Mampukah, dari pemain Rep. Ceko bisa melahirkan bintang masa lalunya, seperti Petr Cech, Karel Poborsky, Tomas Rosicky, Milan Baros, Pavel Nedved, Vladimir Smicer? Jawabnya, tunggu saja penampilan 11 pemain asal Slavia Praha, yang baru saja juara Liga Republik Ceko, musim 2025 – 26, sebagai berikut:

Slavia Praha (11)

Jindrich Stanek, Tomas Holes, David Zima, Jaroslav Zeleny, David Jurasek, David Doudera, Stepak Chalupek, Lukas Provod, Michal Sadilek, Tomas Chory dan Mojmir Chytil.

J. Erwiyantoro

(Kolumnis Sepak Bola)