<i>When You See Yourself</i> Jadikan Kings of Leon Band Pertama yang Rilis Album sebagai NFT
Calleb Followill (Instagram/@kingsofleon)

Bagikan:

JAKARTA - Sesuatu yang besar akan terjadi. Kami telah menduga sejak awal, ketika Kings of Leon mengunggah sebuah video yang menunjukkan para personel di sebuah sesi foto. "11 hari," tertulis dalam keterangan. Hari ini, sesuatu yang memang besar telah tampak. Kings of Leon akan jadi band rock pertama yang merilis album baru mereka sebagai non-fungible token (NFT).

Petunjuk demi petunjuk diunggah Kings of Leon lewat media sosialnya. Video selanjutnya menampilkan potongan video musik The Bandits, karya yang baru mereka rilis Januari lalu. "10 hari," tertulis dalam keterangan video itu. Baiklah, kami tahu ini adalah hitung mundur.

Kamis, 4 Maret, semuanya mulai terang. Kings of Leon mengumumkan metode rilis tak biasa untuk album baru mereka, When You See Yourself. Selain dirilis ke berbagai platform musik, seperti Spotify, Apple Music, dan Amazon, When You See Yourself akan dirilis dalam bentuk non-fungible token (NFT) di YellowHeart. Yellow Heart adalah platform musik berbasis blockchain yang didirikan sejak 2018.

Preorder sudah dapat dilakukan. When You See Yourself ditawarkan sebagai tiga jenis token berbeda. Pertama berbentuk paket album khusus. Kedua, fasilitas pertunjukan langsung. Dan yang ketiga berisi seni audiovisual eksklusif.

YellowHeart mencetak 18 tiket emas. Tiket itu dapat digunakan untuk mendapatkan barisan depan dalam setiap tur Kings of Leon. Hak istimewa itu berlaku seumur hidup sebagai bagian dari rilis NFT. Enam tiket emas itu akan dilelang. Sementara, 12 sisanya akan dikubah bagai karya seni langka.

“Masing-masing adalah NFT unik dengan seni Kings of Leon paling luar biasa yang pernah Anda lihat,” kata CEO YellowHeart Josh Katz dalam sebuah wawancara, dikutip Rolling Stone.

Rilisan album NFT umumnya dilakukan di skena musik elektronik, seperti 3LAU yang telah lebih dulu melakoni metode rilis NFT. Namun Kings of Leon adalah band pertama yang merilis album baru dalam format berbasis blockchain.

Album NFT Kings of Leon

Non-fungible token (NFT) juga sering disebut crypto collectible. Seperti mata uang kripto, dua-duanya berada di ranah blockchain. Bedanya, jika dalam mata uang kripto semua token diciptakan sama, token-token dalam NFT justru terbatas dan unik. Anda tidak bisa menukarkan token NFT.

Dikutip dari Coin Desk, NFT adalah bentuk yang tengah berkembang di ranah ekonomi digital, khususnya dalam konteks blockchain. NFT mulai banyak dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan, mulai dari gim, identitas digital, lisensi, sertifikat, hingga seni rupa.

Para pengamat meyakini NFT dapat membantu para musisi yang tengah berjuang melawan pembajakan digital, tarif royalti streaming yang rendah. NFT juga bisa membantu mereka menghadapi berkurangnya pendapatan tur akibat pandemi.

Terkait When You See Yourself, album ini akan jadi ruang luas bagi para pendengar menikmati lirik puitis Caleb Followill. Dalam wawancara podcast bersama jurnalis, Kyle Meredith, Followill menjelaskan beberapa pengaruh dalam penulisan album ini.

Pria Tennessee mengatakan dirinya terpengaruh sejumlah film dan acara televisi. Album ini juga akan jadi gambaran jujur perjalanan Kings of Leon mencapai titik perilisan album ini.

 

BERNAS Lainnya