Situasi Bisa Dikendalikan, Jambi Kembalikan Dua Helikopter <i>Water Bombing</i> ke BNPB
Kapolda, Damdrem dan Kepala BPBD Jambi usai melalukan pantauan udara.(ANTARA/HO)

Bagikan:

JAMBI - Satgas Karhutla Jambi mengembalikan dua unit helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setelah situasi kebakaran hutan dan lahan di Jambi tidak mengalami peningkatan dikarenakan terbantunya faktor cuaca.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi menjadi berkurang di tahun ini sehingga untuk dua helikopter water bombing yang disiagakan di Provinsi Jambi telah dikembalikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

"Dua helipoter water bombing yang dikembalikan ke BNPB tersebut yakni jenis helikopter MI dan Tamov," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni, dilansir Antara, Kamis, 7 Oktober.

‚ÄčAlasan pengembalian helikopter ke BNBP karena kondisi karhutla di Jambi saat ini masih dapat dikendalikan, kata Bachyuni.

Selanjutnya, saat ini sisa helikopter di Provinsi Jambi sebanyak lima unit, dua helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing. Helikopter tersebut masih disiagakan di Bandara Sulthan Taha Jambi.

"Untuk sisanya ini masih dipertahankan hingga akhir Oktober karena hingga kini titik api masih terjadi walaupun kecil," ujarnya.


Kemudian, Bachyuni menyebutkan melihat situasi yang saat ini terjadi, memungkinkan status siaga darurat karhutla di Provinsi Jambi tidak lagi diperpanjang. Namun, untuk menentukan itu butuh evaluasi dan pendapat dari berbagai pihak. Sehingga tidak terjadi hal yang diinginkan.

"Karena sekarang sudah mulai masuk wilayah di Provinsi Jambi sudah masuk awal musim hujan, walaupun belum merata, makanya kita tetap siaga, karena di Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur belum masuk musim kemarau," kata Bachyuni.

Dia juga menyebutkan, untuk luasan lahan yang terbakar saat ini sebanyak 179,994 hektare lahan, terbesar di Kabupaten Muarojambi sebanyak 61,2 heketare lahan, kemudian Kabupaten Tebo 29,75 hektare selanjutnya di Kabupaten Tanjab Timur sebesar 26,184 hektare lahan, Tanjab Barat 22,19 hektare lahan yang terbakar.

Selanjutnya di Kabupaten Sarolangun ada sebanyak 11,5 hektare lahan yang terbakar, Merangin ada sebanyak enam hektare lahan, kemudian Kabupaten Bungo ada sebanyak 10,17 hektare lahan yang terbakar. Selanjutnya di Kota Jambi juga ada 0,5 hektare lahan dan Kota Sungaipenug ada 0,5 hektare lahan.